Ramadan 1438 H

Mudik Lebaran, Terminal Batu Layang Sepi Penumpang

Sepi jelang lebaran ini. Udah beberapa minggu. Sampai sekarang. Mane lah motor banyak, taksi banyak. Yang dari hulu pun ngeluh juga.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Beberapa penumpang turun dari bis yang baru tiba dari luar kota di Terminal Batu Layang, Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Rabu (14/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suasana sepi terjadi di Terminal Batu Layang, Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Tak tampak keramaian penumpang yang hendak berpergian jelang Hari Raya Idul Fitri.

Beberapa bis terparkir di terminal. Begitu pula beberapa orang duduk di warung dan ruko di sekitar terminal. Sepinya penumpang telah terjadi sejak beberapa tahun lalu. Beberapa faktor seperti menjamurnya taksi gelap, banyaknya kendaraan bermotor dan tak terurusnya terminal menjadi penyebab.

"Sepi jelang lebaran ini. Udah beberapa minggu. Sampai sekarang. Mane lah motor banyak, taksi banyak. Yang dari hulu pun ngeluh juga," kata satu di antara Supir Bis tujuan Kabupaten Sambas, Unyil kepada tribunpontianak.co.id, Rabu (14/6/2017).

Dikatakannya, bila dibandingkan dengan tahun lalu, masih lebih ramai daripada tahun ini. Setiap tahun selalu terjadi penurunan penumpang.

Baca: Pemkab Kayong Utara Siapkan Tim Pengawas Arus Mudik

Sekali jalan, bis biasa mengangkut dua hingga tiga orang. Paling banyak 7 hingga 8 penumpang. Jumlah penumpang ini tak sebanding dengan pengeluaran operasional.

Dengan harga tiket Rp 60 ribu, masih kurang menutup biaya BBM yang mencapai Rp 500 ribu pergi pulang Pontianak - Sambas.

"Klo dapat duit minyak udah senang. Ini masih nombok lagi. Dari pada gak kerja lah," ungkapnya.

Mensiasati penghasilan, mereka juga mengangkut barang yang dititipkan oleh penumpang. Sering pula kendaraan roda dua yang dibandrol Rp 50 ribu sekali angkut.

Meski demikian, ia berharap ada sentuhan dan perhatian pemerintah agar Terminal Batu Layang kembali menjadi ramai seperti dulu.

Hal senada diungkapkan Penjaga Terminal, Tedy (35). Ia mengaku keadaan terminal saat ini tidak bisa diharap.

Banyak bis yang tidak jalan justru bukan karena kondisi rusak. Melainkan tidak adanya penumpang. Banyaknya taksi gelap menjadi satu di antara faktor turunnya jumlah penumpang.

Di terminal, katanya banyak kucing dan orang gila. Terminal pun tak terawat. Kebersihannya juga.

"Lampu juga tidak diperhatikan, mati semua. Jadi tempat mesum kalau malam-malam," ungkapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved