Karhutla di Kalbar
Warga Pilih Bertahan Meski Karhutla Dekat Permukiman, Asap Picu Kekhawatiran
Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bahkan nyaris mendekati permukiman warga.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Parit H. Husin 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
- Kebakaran tersebut dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bahkan nyaris mendekati permukiman warga.
Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Parit H. Husin 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Kebakaran tersebut dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat.
Seorang warga, Sarmili (54), mengatakan karhutla di wilayah tersebut diperkirakan sudah terjadi sekitar lima hari.
Berbagai upaya pemadaman telah dilakukan oleh TNI, Polri, BPBD, serta relawan.
Namun demikian, api kerap muncul kembali meski sebelumnya sempat dinyatakan padam.
"Kadang sudah tidak ada asap sama sekali, tapi tiba-tiba pagi hari muncul lagi. Mungkin karena faktor angin yang cukup kencang," ujar Sarmili saat ditemui di sekitar kediamannya, pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Meski api sempat mendekati permukiman, ia menyebut warga setempat belum berencana untuk mengungsi.
Baca juga: Asap Karhutla Makin Pekat di Pontianak, Pemkot Siaga dan Imbau Warga Pakai Masker
Kendati demikian, masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak asap yang berpotensi membahayakan kesehatan.
"Kami tetap waspada. Paling tidak harus ada masker karena asap ini cukup berbahaya, terutama untuk pernapasan. Di dalam rumah pun asap masih terasa,"katanya.
Menurutnya, dampak karhutla sudah dirasakan langsung oleh warga, mulai dari gangguan saluran pernapasan hingga berkurangnya jarak pandang.
Kondisi tersebut dinilai semakin berisiko, khususnya bagi warga lanjut usia.
Sarmili berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, terutama dalam penanganan karhutla secara jangka panjang.
Ia juga meminta agar pelaku pembakaran lahan dapat ditindak tegas.
"Kalau masyarakat di sini sebenarnya sudah sadar. Pelaku pembakaran biasanya bukan orang sini. Harapan kami pelakunya ditangkap," tegasnya.
| Kalbar Resmi Siaga Darurat Bencana Asap! Ratusan Desa Rawan Karhutla |
|
|---|
| BPBD Sambas Segera Perpanjang Status Siaga Darurat Karhutla |
|
|---|
| Wako Tjhai Chui Mie Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran Lahan di Bandara Singkawang |
|
|---|
| Karhutla di Singkawang Selatan, Polisi Lakukan Pemadaman di Lokasi Bandara |
|
|---|
| 11.189 Titik Api Terdeteksi, WALHI Soroti Karhutla di Konsesi Perusahaan dan Ancaman El Nino 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ontianak-Tenggara-pa.jpg)