Berita Video

Video Ritual Upacara Adat Sambut Tamu

Kedua lokasi ini merupakan kawasan penyangga dan koridor di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten.....

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Desa Menua Sadap dan Desa Melemba merupakan dua destinasi ekowisata dampingan Lembaga Kompakh melalui program Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan.

Kedua lokasi ini merupakan kawasan penyangga dan koridor di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang terletak di Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat.

Bersama enam Jurnalis Kalimantan Barat yang mana satu di antaranya Tribun Pontianak, Kompakh melakukan kegiatan Jurnalis Trip menelisik potensi-potensi yang tersembuyi pada kedua Desa mulai Selasa (23/5/2017) hingga Jumat (26/5/2017).

Menggunakan maskapai penerbangan, enam Jurnalis mendarat di Bandara Pangsuma Putussibau sekitar pukul 10.00 WIB. Tiba di Putussibau Tim Jurnalis menuju ke kantor Kompakh untuk beristirahat dan maka siang serta menyiapkan keperluan perjalanan.

Selesai beristirahat, Tim Jurnalis bersama Kompakh menuju Desa Menua Sadap, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu tepatnya di Dusun Kelayam.

Tiba di lokasi, kami disambut masyarakat Dayak Iban dengan upacara Adat di halaman rumah Panjai (Panjang/Betang).

Di sana barang sesaji penyambutan dihampar di tujuh piring beralaskan tikar.

Dalam piring tersebut tersaji lemang, pinang, sirih, tembakau, daun, rokok, pulut, telur ayam, rendai (beras gongseng), besi dan ayam kampung merupakan sesajinya. Setelah sesaji didoakan, lalu dibungkus dalam pelepah pinang.

Secara bersamaan, satu di antara masyarakat memotong seekor ayam tepat di bawah anak tangga betang.

Usai ritual dilakukan, barulah satu persatu tamu masuk menaiki tangga menuju betang. Syaratnya setiap tamu yang masuk ke rumah Panjai harus meninjak pelepah pinang itu.

Dilakukan pula adat bepiau di kepala tangga dengan mengelilingkan ayam di atas kepala kami dengan maksud membuang hal-hal buruk yang menghambat tamu untuk masuk ke Rumah Panjai.

Di dalam Rumah Panjai kami disambut dengan tarian Temuai Datai yang dibawakan para pemuda dan pemudi desa sembari berjalan sepanjang Ruai Rumah Panjai.

Seusai menari, acara dilanjutkan dengan upacara Adat Bedara Piring 9 agar tamu yang datang memberikan berkah dan rejeki kepada masyarakat.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved