Kayan Hilir Jadi Pilot Project Perkebunan Kopi
Ketidakpastian harga komoditas karet dan kelapa sawit membuat Pemkab harus putar otak mencari alternatif komoditas unggulan baru.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Mirna Tribun
"Kalau Robusta ini, di bawah 200 meter di atas permukaan laut (mdpl) juga tidak masalah. Kemudian, klon Super ini tahan segala kondisi. Kemampuan adaptasi serta menangkal serangan hama dan penyakit lebih tinggi. Ini masih pilot project, kami juga mau lihat tingkat adaptasi bibit ini dulu," terangnya.
Sistem penanaman akan disesuaikan dengan kondisi kontur wilayah pilot project.
Benih kopi bisa ditanam teratur dengan jarak 2x2,5 meter atau 2x3 meter antara satu dengan lainnya.
Arif mengakui sebenarnya perkebunan kopi telah dikembangkan oleh masyarakat lokal secara swadaya sejak dahulu. Namun, budidaya kopi hanya untuk keperluan sendiri. Bahkan, dirinya mendapat informasi ada satu kades di daerah Jerora bisa menjual bibit kopi.
"Di Sintang, kopi mulai dikembangkan lagi mulai awal 2016. Semenjak karet dan sawit anjlok. Di daerah kiri dan kanan Jalan Kelam-Sintang, sekarang ada warga mulai tanam kopi sekitar 300-400 batang," ucapnya.
Perawatan tanaman kopi hampir sama dengan lada. Areal kebun bersih, pemupukan teratur dan penanganan hama serta penyakit harus jadi perhatian ekstra.
Pemangkasan tajuk utama tanaman kopi harus dilakukan saat setinggi satu meter.
"Sama seperti lada yang harus dipangkas sulur utamanya. Kalau karet tidak seperti itu, bebas cabang sudah. Tidak perlu pangkas. Tapi kalau terbiasa, budidaya kopi tidak sulit," ujarnya.
Untuk mendukung suksesnya pilot project, pihaknya sudah bekerjasama dengan Puslit Koka Jember untuk pembinaan budidaya kopi.
Dinas juga memberangkatkan beberapa pegawai untuk menimba ilmu budidaya kopi diantaranya teknis pengendalian hama penyakit, pemupukan dan perlakuan lainnya.
"Masyarakat menyambut baik. Produksi biji kopi murni sangat menjanjikan lantaran harganya terbilang lumayan. Kami juga akan membimbing dan membina para pekebun kopi," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-seksi-kasi-produksi_20170407_164801.jpg)