Berita Video
Warga Sambas Antusias Ingin Melihat Langsung Presiden Jokowi
Lanjutnya, sebagai warga setempat, Nampe mengaku bangga dan sangat senang karena presiden berkenan datang kerempatnya.
Penulis: Zulfikri | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Raymond Karsuwadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kedatangan Presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi mengundang antusiasme warga Kabupaten Sambas khususnya yang berada di Sajingan.
Sejak pagi hari di pintu masuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk Sambas, warga berdesakan dan mengantri ingin masuk ke dalam acara peresmian.
"Saya beruntung diundang, kami sekeluarga datang kemari, tapi istri saya dan anak-anak ada diluar ingin lihat pak Jokowi lewat,"ujar Nampe satu diantara warga Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Jumat (17/3/2017)
Lanjutnya, sebagai warga setempat, Nampe mengaku bangga dan sangat senang karena presiden berkenan datang kerempatnya.
"Kami sangat bangga sebagai warga sini, Presiden akhirnya datang dan menyapa langsung rakyatnya setelah sebelumnya tidak jadi katanya," kata dia.
Nampe kini merasa bangga karena infrastruktur bangunan yang megah tentu menjadi kebanggaan warga sajingan dan Kabupaten sambas Umumnya.
"Sekarang terlihat, dengan bangunan megah PLBN Aruk dan perkembangan masyarakat setempat, kita NKRI sudah lebih bagus dari Malaysia,"ungkapnya.
Dibuka dan diresmikannya border Aruk kata Nampe akan menjadi tantangan baginya.
"Mulai sekarang kita harus bisa bersaing dengan Negara Malaysia, penduduk harus lebih pintar dan kita harus berusaha lebih keras,"tekadnya.
Sementara warga lainnya, Rizkian mengatakan bahwa dirinya sejak pagi telah menunggu kedatangan RI 1.
"Sejak pagi saya dan keluarga menunggu kedatangan Presiden kita, dirumah dijadikan tempat berkumpul teman-teman dan keluarga dari Kota Sambas yang ingin melihat presiden Joko Widodo," ungkapnya.
Akan tetapi, keinginan Rizkian untuk menyapa presiden harus diurungkan lantaran begitu ketatnya penjagaan yang dilakukan aparat keamanan dan Pasukan Pengamanan Presiden.
"Saya sangat ingin menjabat tangan presiden atau kalau bisa berfoto bersama, tapi sayang sekali kita warga biasa tidak bisa mendekat dan jaraknya cukup jauh saat di halaman PLBN tadi," ucapnya.