Makanan Penambah Darah Supaya Tubuh Tak Lemas di Kala Haid
Jika pembentukan sel darah terganggu, kadar hemoglobin akan menurun dan akan menyebabkan anemia.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Datang bulan atau biasa disebut menstruasi merupakan hal yang biasa dialami setiap wanita.
Darah yang keluar biasanya kurang lebih 50 cc sehingga memungkinkan perempuan merasa lemas dan tidak bertenaga.
Bersamaan dengan darah haid yang keluar, zat besi dalam tubuh juga terbuang.
Padahal, zat besi adalah zat pembentuk hemoglobin (Hb), yaitu salah satu komponen penyusun sel darah merah.
Jika pembentukan sel darah terganggu, kadar hemoglobin akan menurun dan akan menyebabkan anemia.
Biasanya, kadar Hb berada di bawah 12 mg/dl.
Dengan makan sesuai kebutuhan, kita dapat mengembalikan kondisi tubuh dan memenuhi kebutuhan zat besi yang terbuang tersebut.
Untuk mengatasi kehilangan zat besi, konsumsi makanan yang kaya akan sumber zat tersebut.
Contoh makanan yang mengandung zat besi adalah sayuran berwarna hijau seperti bayam dan kangkung, juga hati ayam, hati sapi, kacang merah, kacang hijau, dan telur.
Hindari menyantap makanan tersebut bersamaan teh ataupun soft drink.
Minuman tersebut dapat menghambat penyerapan zat besi yang ada.
Gejala kurang darah saat haid adalah sebagai berikut.
Akan muncul rasa sakit pada hari pertama datang bulan.
Sakitnya akan berkurang bila perdarahan mulai yaitu satu sampai 2 hari datang bulan.
Kadang gejala ini disertai rasa mual, pusing, dan kadang-kadang muntah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/makanan-penambah-darah_20170202_085943.jpg)