Cengkeh Jadi Komoditi Andalan Masyarakat Pulau Lemukutan

Kalau panen itu setahun sekali tapi kalau panen raya itu dua tahun sekali

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Warga Lemukutan dari kanan, Tan Rukiah, Wati, dan Jeki, sedang memisahkan antara bunga dan tangkai cengkeh. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BkkbN) Kalbar mengadakan media ghatering.

Sebanyak 20 wartawan dari berbagai Media di Pulau Lemukutan Kecamatan Sei Raya Kepulauan Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalbar 24-26 Januari 2017.

Setibanya rombongan para wartawan tiba di Pulau yang berpenduduk lebih dari 1400 jiwa tersebut, sangat menyengat aroma khas rempah yang menjadi komoditi andalan penduduk setempat.

Aroma khas tersebut berasal dari cengkeh yang dijemur oleh warga untuk dikeringkan. Karena menurut warga setempat saat ini sedang panen raya untuk cengkeh tersebut.

Satu diantara warga yang diwawancarai Tribun Pontianak Tanto Paryadi (60), yang memiliki kebun cengkeh dan saat ini sedang melakukan panen raya.

"Kalau disini semua punya batang cengkeh, dan tergantung banyak sedikitnya saja. Tapi semuanya punya batang cengkeh," ucapnya.

Paryadi menuturkan jika ia sendiri mempunyai sekitar 500 batang cengkeh yang panen dan saat ini ia memperkerjakan 10 orang karyawan untuk melakukan panen tersebut. Sedangkan untuk gaji karyawan ia sebutkan Rp 7 ribu perkilo dari yang didapatkannya. Orang yang diperkerjakannya juga berasal dari Kabupaten Sambas.

Ia menjelaskan jika siklus panen cengkeh satu tahun sekali dan ia pun mengatakan kalau dari 500 batang yang dimilikinya bisa menghasilkan sekitar 4 ton cengkeh kering.

"Saat ini harga perkilonya kalau yang kering Rp 82 ribu dan yang basah Rp 25 ribu," ujarnya.

Namun diaukinya pada tahun lalu harga cengkeh yang kering sempat melonjak ke harga Rp 120 ribu perkilonya.

Ia mengaku kalau pohon cengkeh tersebut bisa hidup diatas 100 tahunan, dan saat ini pohon yang ia miliki telah berumur lenih dari 40 tahun.

Selain itu ia juga mengaku kalau ia telah bergelut dengan dunia cengkeh sudah lebih dari 45 tahun.

Warga lainnya, Hamdani (48), yang menuturkan jika ia sendiri memiliki 50 batang cengkeh yang sedang dipanen.

"Saya punya 50 batang dan saat ini sedang panen. Kalau panen itu setahun sekali tapi kalau panen raya itu dua tahun sekali," ucapnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved