Warga Sekadau Keluhkan Listrik Sering Padam, Ini Tanggapan PLN

“Biasanya kan kalau mau magrib sampai malam pasti padam listriknya. Kali ini tidak hanya malam, siang pun pasti padam listrik,” ujarnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Mirna Tribun
Kompas.com
Ilustrasi listrik padam. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU – Listrik yang sering padam masih menjadi keluhan masyarakat.

Kondisi ini tentunya menghabat akativitas masyarakat, karena padamnya listrik terjadi baik siang maupun malam hari. Seperti yang diakai oleh Doni, satu diantara warga Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir.

Ia mengatakan, beberapa hari ini listrik sering padam, bahkan pada siang hari.

“Biasanya kan kalau mau magrib sampai malam pasti padam listriknya. Kali ini tidak hanya malam, siang pun pasti padam listrik,” ujarnya kepada Tribun Senin (23/1/2017).

Pria tiga anak ini mengatakan, padamnya listrik bukanlah hal baru yang dialami oleh masyarakat.

Namun demikian, sudah beberapa kali keluahan dari masyarakat ini, kata dia, tidak membuat pihak PLN untuk memperbaiki kinerjanya.

“Kalau ditanya kenapa sering mati, alasannya selalu faktor alam. Kita juga tidak tahu apakah itu benar atau tidak. Paling tidak kalau memang ada pemadaman, dapat diberitahukan terlebih dahulu. Semoga lah PLN dapat lebih baik,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi, pihak PLN Ranting Sekadau menyatakan bahwa padamnya listrik di beberapa wilayah diakibatkan oleh mesin di Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Suak Payung, mengalami keruskan.

Kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya defisit listrik di Kabupaten Sekadau yang mencapai 2300 kilowatt hour (kWh).

Hal itu dikatakan oleh Manajer PLN Ranting Sekadau Risky Ramdhan Yusup.

Ia menuturkan, padamnya listrik tersebut terjadi karena gangguan mesin di PLTD Suak Payung.

Saat ini, kata dia, pihaknya sedang melakukan investigasi mesin tersebut.

“Saat ini suplai listrik di Sekadau ada 7000 kWh, sedangkan saat ini daya hanya mampu dijangkau sekitar 4700 kWh. Jadi ada defisit,” ujarnya.

Ia menjelaskan, defisit tersebut ada sekitar 2300 kWh sehingga membuat adanya pemadaman bergilir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved