Aksi Berani Pria Mempawah Menangkap dan Bermain dengan King Cobra, Tonton Videonya

Semuanya kita mohon kepada Allah, kita ngobatkan orang ini macam ada jodohnya juga. Pada prinsipnya, semua penyakit ada obatnya

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Effendi atau Fendi Kobra saat memainkan ular king kobra yang baru saja didapatnya dari Dusun Simpang Empat Desa Sungai Bakau Besar Darat, Sungai Pinyuh, saat berada di Mempawah, Senin (24/10/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH  - Sungguh menakjubkan, aksi berani pria asal Mempawah ini memainkan ular membuat orang terkesima takjub.

Bukan ular sembarang ular. Ular yang dimainkan oleh pria bernama Effendi (50) ini merupakan ular berbisa, jenis king cobra yang dikenal sebagai raja dari segala ular.

Bahkan orang-orang yang melintas tak segan menghentikan kendaraannya demi melihat aksi pria yang dikenal di Mempawah Fendi Kobra ini ketika singgah, di Terminal Mempawah, Senin (24/10/2016).

Beberapa di antara masyarakat mengabadikan momen langka tersebut menggunakan kamera ponsel.

Fendi mengaku ular king cobra atau bernama Ophiophagus hannah ini baru saja didapatkannya dari rumah warga Dusun Simpang Empat, Desa Sungai Bakau Besar Darat, Kecamatan Sungai Pinyuh, setelah baru saja menggigit ternak sapi milik warga.

"Ini baru didapat dari warga, habis gigit sapi milik Pak Dolah Marlawi (63)," ujarnya.

Setelah mengggigit ternak sapi warga hingga tewas, ular ini bahkan sempat menggigit pemilik ternak, Dolah, dan langsung ditangani Fendi, Dolah masih bisa diselamatkan.

King Cobra ini berukuran 4 meter kurang 15 cm berbobot 9,4 Kg diakui Fendi satu di antara ular terbesar yang ditangkapnya.

Di Mempawah, mungkin tak akan asing ketika mendengar nama Fendi Kobra.

Sang penakluk ular berbisa ini mengaku sudah dari kecil mengenal dan berteman dengan ular.

"Dari kecil sudah terbiasa dengan ular," ujarnya.

Bahkan kepiawaiannya menangani ular sudah dari mulut ke mulut hingga kadang warga dari berbagai daerah menghubunginya ketika ada yang tergigit ular maupun rumahnya dimasuki ular.

"Tapi kebanyakan orang kena gigit atau dimasuki rumahnya ular hitam (tedung) dan ular sendok," jelasnya.

Ia bahkan mengingat hingga saat ini sekitar 472 orang yang dibantu dari gigitan ular. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved