Sail Selat Karimata 2016
Ini Dampak Ekonomi Kegiatan Sail Karimata Pada Masyarakat Kayong
Pas Sail ini banyak orang dari TNI dan Polisi yang santai di Warkop saya. Kalau hari biasa sih sepi, tidak begitu ramai,
Penulis: Muhammad Fauzi | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA – Sail memberikan dampak ekonomi yang besar kepada masyarakat Kayong Utara, baik itu yang melalui kerja sama Pemda dalam hal ini Homestay, yang mana hampir sebagian besar rumah masyarakat di Kecamatan Sukadana digunakan untuk tempat tinggal sementara para tamu saat acara Sail Karimata karena keterbatasan sarana Hotel dan Penginapan yang ada di Kayong.
Selain penginapan, rumah makan, dan warung-warung untuk bersantai juga selalu penuh terisi saat Sail Selat Karimata. Pemilik warung kopi di Jalan Bhayangkara Afif mengaku bisa meraih pendapatan 800 ribu perhari saat Sail Selat Karimata.
“Sebelum Sail sudah sangat ramai yang datang, H-4 itu sudah mulai ramai di Sukadana para tamu-tamu. Dalam satu hari bisa dapat 800 kotornya ,” terang Afif, Minggu (16/10/2016).
Lanjutnya, bila di bandingkan dengan hari-hari sebelumnya, pendapatan warungnya terkadang dalam sehari hanya sekitar 100 ribuan. Adapun tamu yang banyak bersantai di warung miliknya ialah dari TNI, Polisi.
“Pas Sail ini banyak orang dari TNI dan Polisi yang santai di Warkop saya. Kalau hari biasa sih sepi, tidak begitu ramai, ” jelasnya.
Dirinya berharap event seperti Sail ini lebih rutin di gelar di Kabupaten Kayong Utara, karena dengan adanya event seperti ini akan membantu perekonomian masyarakat, usaha milik masyarakat seperti dirinya akan terbantu dengan jumlah pengungjung.
“Yang jelas pemerintah daerah lebih sering menggelar event seperti ini, biar pengunjung terus datang ke Kayong. Kalau di llihat hari-hari biasa sangat sepi sekali Sukadana ini, ini ramai karena Sail, mudah-mudahan kedepannya terus banyak pengunjung yang datang,” harapnya.