Kisah Kapolda Ike Edwin Sebulan Tidur Bersama Pembunuh
Bagaimana bisa? Rupanya, preman itu punya ilmu. Untuk bisa melepaskan diri, harus ada air. Nah, dia menggunakan air ludahnya.
Sampai-sampai, Ike menangkap si preman dan memasukkannya dalam karung.
Ada cerita menarik terkait preman yang ditangkap namun belakangan diketahui bukan pelaku, melainkan hanya penunjukan dari si oknum polisi tadi.
Saat dibawa ke kantor, Ike menempatkan karung yang berisi preman itu di bawah kakinya. Namun, hebatnya, preman itu berhasil meloloskan diri.
Bagaimana bisa? Rupanya, preman itu punya ilmu. Untuk bisa melepaskan diri, harus ada air. Nah, dia menggunakan air ludahnya.
Dua-tiga jam memuntahkan ludah, dia menjadi licin dan dengan mudah lolos dari karung, sementara para polisi yang ada di ruangan itu tertidur pulas.
Ike mendatangi orang ahli untuk mengetahui apa yang terjadi. Di situlah ia diberitahu, preman itu punya ilmu belut. Asal ketemu air, lolos. Borgol tidak berguna lagi.
Kasus pembunuhan sipor taksi tersebut cukup lama baru dituntaskan, hingga mencapai 40 hari.
Pimpinan hingga anak buah Ike sudah hampir menyerah karena sekian lama belum ada indikasi yang mengarahkan ke tersangka.
Tapi, Ike tidak mau mundur. Ia selalu optimistis bisa menyelesaikan kasus tersebut.
Bagaimanapun caranya. Ia yakin, kalau hingga demikian lama penyidik belum menemukan petunjuk, maka Tuhan yang akan memberikan petunjuk.
Lewat tengah malam, sekitar pukul 02.00 dini hari, Ike mendatangi TKP sendirian.
Di situ ia merenung dan mencari jawaban. Lalu, ia curhat dan berdoa kepada Tuhan.
Ia mengatakan, kasus tersebut sangat sulit. Berat untuk mengungkapnya. Tapi, yang Mahatahu adalah Tuhan.
"Beri kami petunjuk-Mu. Atas kehendak-Mu, beri kami kekuatan untuk menyelesaikan kasus ini," begitu dia berdoa.
Selama dua jam dia berada di TKP, di sekitar semak-semak yang menjadi lokasi penemuan mayat sopir taksi.