Kisah Kapolda Ike Edwin Sebulan Tidur Bersama Pembunuh

Bagaimana bisa? Rupanya, preman itu punya ilmu. Untuk bisa melepaskan diri, harus ada air. Nah, dia menggunakan air ludahnya.

Editor: Marlen Sitinjak
tribun lampung/Wakos Gautama
Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Ike Edwin merayakan HUT ke 71 RI bersama para tahanan di rumah tahanan Polresta Bandar Lampung, Rabu (17/8/2016) sore 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LAMPUNG - Banyak kisah menarik dari pengalaman Kapolda Lampung, Brigjen Pol Ike Edwin, selama menjadi polisi. Ike pernah tidur berdekatan dengan seorang pelaku pembunuhan selama satu bulan lamanya.

Suatu ketika, ketika masih menjabat Kasat Reksrim Polresta Depok, Ike Edwin menangani kasus pembunuhan seorang sopir taksi. Sebagai kasat reskrim, ia menjadi komandan lapangan dalam pengusutan kasus tersebut.

Ia malang melintang ke berbagai lokasi, termasuk di tempat kejadian perkara (TKP).

Tak dinyana, pelaku pembunuhan sopir taksi itu ternyata satu di antaranya adalah anggota polisi yang bertugas di kesatuan yang sama.

"Satu bulan dia bangun tidur sama kita, belakangan ketahuan kalau dia pelakunya," kata Ike saat menceritakan kisah tersebut kepada Tribun, belum lama ini.

Ike saat ini menjabat Kapolda Lampung. Setelah menjadi Kasat Reskrim di Depok dengan penanganan kasus pembunuhan yang 100 persen berhasil diselesaikan, kariernya melesat.

Ia pernah menjadi Kapolres Tanah Bumbu di Kalsel, Wadirreskrim Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kapowiltabes Surabaya, hingga Wakapolda Sulselbar.

Kembali ke cerita tentang kasus pembunuhan sopir taksi tersebut, Ike menyatakan bersyukur Tuhan masih melindungi dirinya sehingga tidak terjadi apa-apa meski selama sebulan lebih selalu bersama-sama dengan pembunuh.

"Kami pernah tidur bersama dalam satu gubuk. Dia di sudut, saya di sisi lain. Kalau dia mau jahat pada saya, selesai sudah," kenangnya.

Mereka pernah melakukan pemeriksaan menggunakan anjing pelacak di TKP.

"Tapi, anjing tersebut sama sekali tidak mengarah ke oknum polisi ini," papar Ike.

Dia belakangan mafhum, karena si polisi tersebut adalah pelatih anjing pelacak polisi.

Ike sebenarnya heran, si polisi tersebut selalu mengikuti jalannya penyelidikan. Bahkan, dalam pembuatan Berita Acara

Pemeriksaan (BAP), ia selalu ikut campur dan membuat perubahan-perubahan, yang belakangan diketahui untuk menyelamatkan diri.

Oknum tersebut malah mengatur arah penyelidikan, termasuk mengarahkan ke sosok preman sebagai pelaku.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved