Pekan Gawai Dayak XXXI
Penutupan Pekan Gawai Dayak Berlangsung Meriah
Kendati sudah memenuhi aspek Industri wisata namun diakuinya perlu juga ditingkatkan kembali beberapa hal.
Penulis: Try Juliansyah | Editor: Steven Greatness
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pekan Gawai Dayak (PGD) XXXI ditutup oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor mewakili Gubernur Kalbar di rumah Radakng, Pontianak, Jumat (27/5/2016).
Pekan Gawai Dayak XXXI dimulai Jumat (20/5/2016) dan berlangsung sepekan penuh serta ditutup dengan pemukulan kangkuang sebanyak tujuh kali.
Pada kesempatan tersebut Jakius menyampai pesan Gubernur Kalbar, Cornelis yang berhalangan hadir mengenai pentingnya sektor wisata pada perkembangan daerah Kalbar. Sebab PGD telah cukup memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari industri pariwisata.
"Berbasis budaya dayak, PGD memberikan sumbangan signifikan wisata ketika pemerintah sedang meningkatkan industri wisata nasional. Pemerintah provinsi dalam hal ini menargetkan tahun 2016, 50.000 kunjungan wisatawan di Kalbar. Untuk PGD Pemprov melalui dinas terkait mendukung dan menfasilitasi suksesnya pelaksanaan PGD," ujar Jakius, Jumat.
Kendati sudah memenuhi aspek Industri wisata namun diakuinya perlu juga ditingkatkan kembali beberapa hal, agar semakin banyak wisatawan yang berkunjung pada event tahunan ini.
"Dengan ditetapkannya PGD setiap 20 Mei maka wisatawan dapat menjadwalkan kunjungan mereka. Namun perlu juga memanfaatkan teknologi untuk memberikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai media," katanya.
Selain itu ia juga mengatakan untuk merangkul daerah lain yang juga merupakan masyarakat dayak untuk bersama mengembangkan wisata ini.
"Brunei maupun beberapa negara bagian malaysia tentu memiliki event ini namun juga ciri khas pasti berbeda-beda. Ini jangan dijadikan kompetitor tetapi bersama membangun dan mengembangkan wisata budaya ini," ungkapnya.
Menurutnya tidak kurang pergerakan wista nusantara 265 ribu orang dengan 712 milyar perputaran uang. Bila kalbar mampu menarik lima persen saja dari jumlah tersebut tentu sangat membantu perkonomian kalbar.
"Untuk itu tentu perlu usaha yang keras, kembali merapkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat pada wisata melalu 7 aspek sapta pesona. Namun dilihat di kalbar ini masih sulit, misalnya dari berlalu lintas saja masih kurang tertib," katanya.
Industri pariwisata ini menurutnya sangat berpengaruh pada berbagai aspek jika dikelola dengan baik.
"Kedatangam wisatawan tentu membutuhkan akomodasi, transportasi, makanan yang akan membuka lapangan pekerjaan baru. Namun perlu juga wisatanya ditingkatkan baik dari atraksi yang ditampilkan mamupun kegiatan yang mampu meninggalkan kesan yang mendalam bagi wisatawan," ungkapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana, Irenius Sinyor mengatakan semua kegiatan telah berjalan dengan baik. Tentu saja semua itu berkat kerja sama dan dukungan berbagai pihak.
"Semua kegiatan telah berjalan dengan baik, dari ngampar bide, pembukaan dan event lainnya seperti perlombaan. Semua juga karena dukungan semua pihak seperti dari bagian keamanan, kebersiahan dan lainnya sehingga kegiatan bisa tertib dan tempat pelaksana tetap bersih," katanya.
Ia berharap dari kegiatan ini masyarakat dapat terhibur dan tentunya masyarakat luas mengenal lebih dekat budaya dayak. Terlebih pada tahun ini ia mengaku panitia sangat berusaha dalam menghilangkan stigma negatif dari pekan gawai dayak.