Gerhana Matahari Total

Wali Kota Pontianak Kaget Jamaah Salat Gerhana Matahari Membeludak

Jumlah jemaah yang datang, diperkirakan melebihi dari total jumlah jemaah ketika pelaksanaan salat Idul Fitri.

Penulis: Rizky Zulham | Editor: Arief
Wali Kota Pontianak Kaget Jamaah Salat Gerhana Matahari Membeludak - salat-gerhana-mujahidin-3_20160309_140608.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ribuan warga melaksanakan salat gerhana matahari di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalbar, Rabu (9/3/2016) pagi.
Wali Kota Pontianak Kaget Jamaah Salat Gerhana Matahari Membeludak - salat-gerhana-mujahidin-2_20160309_140952.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ribuan warga melaksanakan salat gerhana matahari di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalbar, Rabu (9/3/2016) pagi.
Wali Kota Pontianak Kaget Jamaah Salat Gerhana Matahari Membeludak - salat-gerhana-mujahidin-1_20160309_140919.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Ribuan warga melaksanakan salat gerhana matahari di Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalbar, Rabu (9/3/2016) pagi.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengaku kaget dengan jumlah jemaah yang mengikuti salat gerhana di Masjid Raya Mujahidin.

Jumlah jemaah yang datang, diperkirakan melebihi dari total jumlah jemaah ketika pelaksanaan salat Idul Fitri.

"Kita kaget, yang salat melebihi perkiraan semula. Sehingga di atas tidak muat dan akhirnya di bawah juga digunakan," ujar Midji usai salat kepada wartawan, Rabu (9/3/2016).

Dengan fenomena alam yang sangat langka ini, ia memaknai sebagai bagian dari kekuasaan Allah SWT.

"Ini merupakan fenomena masyarakat. Khusus umat Islam, semakin menyadari arti pentingnya melihat fenomena alam dan tidak sekadar melihat saja. Meyakini ada yang menggerakkan dan itu atas kuasa Allah," katanya.

Selain itu, dengan kejadian ini, ia berharap keimanan umat muslim yang ada akan semakin bertambah.

"Keimanan bertambah dengan meyakini bahwa ini semua sudah di atur. Dari sisi ilmu pengetahuan bisa jadi bahan kajian, karena di dalam Alquran, Allah memerintahkan untuk melihat dan mengkaji dari suatu peristiwa," katanya.

Kajian yang ada, lanjutnya, untuk mengetahui pengaruh yang ditumbulkan terhadap alam semesta.

"Contoh, kenapa tidak boleh dilihat mata telanjang, kemudian manusia semakin berpikir dan mencari jawaban menggunakan kacamata. Tapi orangtua dahulu sudah tahu, buktinya ketika saya kecil pernah ada gerhana matahri menggunakan baskom isi air," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved