Kabut Asap
Koalisi Rakyat Gugat Pemprov Kalbar
Faktanya penanganan bencana asap dilakukan dengan pendekatan yang sama, reaksioner tanpa melihat akar persoalan asap dan belum komprehensif
Koalisi juga telah membentuk tim pengacara. Mereka antara lain, Ivan V Ageung, Syahri, Fitriani, Agata Anida, Dunasta, Esti Kristianti, Galuh Irmawati, Khairudin Zacky, Rahmawati dan Roslaini Sitompul.
Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, mempersilakan Koalisi Rakyat Kalbar untuk melakukan gugatan terhadap Pemprov Kalbar, terkait bencana asap dan tanggungjawab negera terhadap masyrakat. "Silakan saja. Yang jelas tugas pemerintah sudah berusaha menangani sesuai wewenang dan sarana prasarana yang dimiliki," kata Christiandy yang juga Ketua Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Kalbar ini.
"Upaya-upaya terus kita lakukan dan seharusnya dapat meminimalisir kabut asap. Namun, kita juga heran, sampai hari ini (kemarin) titik api sudah turun drastis hanya 19 titik. Namun, kabut asap malah semakin tebal. Sepertinya ini kabut asap kiriman dari daerah lain," tuturnya.
Wagub menambahkan, Pemprov juga sudah mengajukan usulan solusi melalui pemberdayaan di bidang pertanian dan peternakan dengan tujuan mencegah masyarakat membakar lahan untuk membuka sawah, dan lain-lain.
"Artinya kita sebagai pemerintah sudah bekerja maksimal mungkin untuk menanggani masalah bencana asap akibat kebakaran lahan dan hutan. Malah, Gubernur Kalbar telah menetapkan siaga darurat asap," ujarnya.
Ganggu Bandara
Gubernur Kalbar, Cornelis, kembali mengingatkan seluruh masyarakat Kalbar untuk tidak membakar lahan dan hutan sembarangan. Sebab Kalbar saat ini, masih disemiluti asap akibat pembakaran hutan dan lahan.
Ketua DPRD Kalbar, M Kebing, menuturkan pemerintah daerah masih terus berupaya menanggani masalah asap. "Jadi saya pikir, pemerintah tidak tinggal diam karena sudah berupaya dalam menanggani bencana asap ini. Pemerintah pusat juga telah turun tanggan dengan melakukan water bombing," ujarnya.
Bagi perusahaan yang membakar lahan dan hutan dengan sengaja, menurut Kebing instansi terkait seperti kepolisian, sudah melakukan tindakan. "Tinggal mungkin, sejauhmana berat ringan pelanggaran dan sanksi yang diberikan. Pastinya, kami percaya dengan kepolisian dalam melakukan penyilidikan kasus pembakaran lahan dan hutan," tegasnya.
Di temui terpisah, Bupati Kubu Raya, Rusman Ali, menyesalkan masih saja ada masyarakat yang melakukan pembakaran lahan, sehingga kondisi asap semakin pekat. Terlebih, kabut asap, tidak hanya membuat kesehatan warga terganggu, tapi aktivitas warga juga terganggu, karena jarak pandang terbatas. "Kendaraan yang melintas di sejumlah ruas jalan harus berjalan lambat dan ekstra hati-hati," kata Rusman.
Jarak pandang yang terbatas itu pula yang menggangu aktivitas penerbanan di Bandara Supadio Pontianak. Sebanyak 20 penerbangan, baik keberangkatan maupun kedatangan dari dan menuju Pontianak, ditunda akibat asap.
"Untuk keberangkatan hari ini ada 10 penerbangan yang tertunda, begitu juga dengan kedatangan, juga ada 10. Total ada 20 penerbangan," kata General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro.
Ia menjelaskan penundaan tersebut terjadi hampir setiap hari dalam sepekan terakhir. Bayuh mengaku belum menghitung kerugian akibat kabut asap ini. Selain Supadio, bandara yang juga terganggu adalah Rahadi Oesman Ketapang dan Susilo Sintang.
Kepala Bandara Rahadi Oesman, Usdek Luthermand, mengatakan jarak pandang hanya 1 kilometer. Namun, tiupan angin cukup kencang, sehingga bandaranya masih bisa dibuka. "Jadi tergantung dari Pontianak saja mengizinkan atau tidak," ujarnya.
Ia menyebut, Avia Star, Selasa, tak ada yang terbang karena penutupan jadwal penerbangan diperpanjang dari rencana sebelumnya. Namun, penerbangan Kalstar tujuan Ketapang-Pontianak dan sebaliknya, ada yang beroprrasi.
"Tadi pagi cuma dua kali. Pesawat Kalsar dari Pontianak ke Ketapang, kemudian berangkat lagi ke Pontianak. Kalau Avia Star tak ada. Penutupan jadwal penerbangannya diperpanjang," ujarnya.
Stasiun Manager Avia Star Ketapang, Ibnu Barkah, membenarkan pihaknya memperpanjang penutupan jadwal penerbangan. Jika sebelumnya hanya, Minggu (13/9) dan Senin (14/9), diperpanjang hingga, Sabtu (19/9).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kabut-di-sungai-2_20150909_124257.jpg)