Liputan Khusus

Tambang Langka di Sadaniang, Dewan Minta Izin Selektif

Tim ahli dari luar negeri telah mengambil sampel di empat titik di Sadaniang untuk memastikan kandungan Mo. Lokasinya di Desa Pentek, Desa Bunbun.

Tayang:
Editor: Mirna Tribun
Wikipedia
Ilustrasi molibdenum. 

Anggota Komisi XI DPR, Michael Jeno, mengingatkan perkembangan terakhir, regulasi pertambangan lumayan rigid. Untuk perizinan bukan lagi di level bupati, namun gubernur. "Untuk eksplorasi tambang, pemerintah pusat ingin ada nilai tambah. Jadi bukan hanya eksplorasi kemudian menjual bahan mentah. Tapi yang kita jual sudah dalam bentuk bahan jadi. Saya pikir kita sepakat dan mendukung langkah pemerintah tersebut," kata Jeno.

Politisi PDIP ini menjelaskan dalam konteks kebijakan ini, niat pemerintah adalah hilirisasi sehingga ada nilai tambah yang bisa didapatkan. Namun, yang juga tak kalah pentingnya adalah memerhatikan sisi lingkungan.

Termasuk masyarakat, coorporate social responsibility (CSR), pelibatan, dan dialog. Masyarakat harus diberdayakan. Jangan dibiarkan hanya jadi penonton. Menurutnya, sudah jadi tekad pemerintah melakukan hilirisasi pertambangan.

"Di Kalbar misalnya, ada dua perusahaan bauksit yaitu di Tayan, Kabupaten Sanggau, dan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Keduanya sudah mengarah kepada hilirisasi. Jadi tak lagi menjual bahan mentah karena membuat kita rugi," papar Jeno.

Ia mencontohkan tambang Bauksit di Tayan menghasilkan dua produk alumina, Smelter Grade Alumina (SGA) dan Chemical Grade Alumina (CGA). Di Kendawangan produksi SGA sedangkan di Tayan memproduksi CGA.

Dorong Hilirisasi

Terkait potensi Mo di Sadaniang, Jeno mengatakan pertimbangan-pertimbangan matang juga harus dilakukan. "Termasuk itu tadi pertimbagan hilirisasi, jangan hanya menjual bahan mentah," pintanya.

Apalagi menurut Jeno, potensi pertambangan Indonesia tak terlalu besar dan melimpah. Dari bahan tambang yang ada, hanya gas yang berada pada 10 besar produsen di dunia. Sedangkan yang lain, seperti minyak bumi, batu bara, dan bauksit, tidak terlalu besar.

"Batu bara saja kita kalah dari Australia. Beberapa negara memang belum mengeksploitasi bahan tambang mereka," katanya.

Dari berbagai referensi yang dihimpun Litbang Tribun, sekitar 75 persen dari Mo digunakan di Amerika Serikat untuk dijadikan campuran baja dan besi. Hampir setengah dari campuran ini digunakan untuk membuat stainless dan baja tahan panas.

Hasilnya dapat digunakan dalam pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan rudal bagian. Penggunaan penting lainnya adalah campuran Mo dalam produksi alat-alat khusus, seperti busi, shaft baling-baling, senapan barel, peralatan listrik pada temperatur tinggi, dan boiler pelat.

Penggunaan penting lainnya adalah sebagai katalis Mo. Katalis adalah zat yang digunakan untuk mempercepat atau memperlambat suatu reaksi kimia. Katalis tidak mengalami perubahan wujud selama reaksi.

Katalis Mo digunakan dalam berbagai operasi kimia, dalam industri minyak bumi, dan dalam produksi polimer dan plastik. Mo digunakan pada alloy tertentu yang berbasis nikel, seperti Hastelloyr, yang tahan panas dan tahan korosi bahan kimia.

Mo mengoksidasi pada suhu yang meningkat. Penerapan terbaru Mo adalah sebagai elektroda untuk tungku pembakaran kaca yang dipanaskan dengan listrik. Mo juga digunakan dalam nuklir, dan dalam pembuatan suku cadang rudal dan pesawat terbang. Mo merupakan katalis penting dalam pemurnian minyak bumi. (Madrosid/Sahirulhakim/Stefanus Akim/Wikipedia)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved