Liputan Khusus
Tambang Langka di Sadaniang, Dewan Minta Izin Selektif
Tim ahli dari luar negeri telah mengambil sampel di empat titik di Sadaniang untuk memastikan kandungan Mo. Lokasinya di Desa Pentek, Desa Bunbun.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH - Informasi potensi kandungan bahan tambang jenis Molibdenum (Mo) di Kecamatan Sadaniang, Kabupaten Mempawah, mendapat perhatian dari kalangan anggota DPRD dan DPR RI.
Para politisi itu meminta agar daerah selektif memberikan izin kepada investor yang berniat melakukan eksplorasi bahan tambang langka tersebut. "Bagi negara luar, mau mengelola bahan tersebut di Kalbar, harus tetap mengikuti persyaratan yang telah ditetapkan pemerinta. Baik di provinsi maupun kabupaten," kata anggota DPRD Kalbar, Mulyadi Tawik, kepada Tribun, Minggu kemarin.
Seperti diberitakan, Sabtu (29/5/2015), potensi Mo diungkap Kabid Pertambangan dan Energi, Disperindagkoptamben Mempawah, Ya'Helmizar.
Ia mengatakan, tim ahli dari luar negeri telah mengambil sampel di empat titik di Sadaniang untuk memastikan kandungan Mo. Lokasinya di Desa Pentek, Desa Bunbun.
Tambang Mo menurutnya merupakan bahan tambang langka. Hanya ada di empat negara di dunia, Amerika, Chili, Kanada, dan Rusia. Mo bisa dijadikan bahan dasar pembuatan pesawat antariksa karena tahan panas.
Kandungan Mo di Sadaniang ini menurut Mulyadi menunjukkan potensi sumber daya alam (SDA) Kalbar yang sangat banyak. "Kita sangat bersyukur. Ini harus dikelola dengan baik oleh pemerintah. Dengan tujuan untuk mensejahterakan masyarakat setempat," ujarnya.
Ketua DPW PKB Kalbar ini meminta pemerintah selektif memberikan perizinan dan sebagainya kepada negara-negara yang mau mengeksplorasi Mo. "Kita takut ketika diberikan izin, malah perusahaan tersebut tidak mengelola dengan baik. Untuk kesejahteraan masyarakat, dan tidak memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah sendiri," tuturnya.
Menurutnya, pemprov dan pemkab harus mengawal jika ada investor luar yang mau mengelola bahan tambang ini. "Kawalah sebaik mungkin, dan gunakan keuntangannya untuk masyarakat bukan orang pribadi," pintanya.
Wakil Ketua DPRD Mempawah, Rajuini, menambahkan pemerintah pusat juga harus ikut menangani potensi tambang di Sadaniang ini. Tujuannya agar maksimal untuk daerah.
"Dengan potensinya yang langka, tentu menjadi incaran negara-negara luar. Makanya, kita minta pemerintah pusat secepatnya bergerak melakukan penelitian lebih lanjut. Jangan sampai potensi yang besar ini, justru digarap negara luar," pinta Rajuini.
Libatkan Warga
Politisi Demokrat itu mengimbau pengelolaannya harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan masyarakat sekitar. "Jangan sampai, penambangan justru menimbulkan kerusakan dan ketidakseimbangan alam, hingga menyebabkan kerusakan," paparnya.
Ia meminta potensi tambang langka ini perlu didukung pemerintah daerah, semua pihak, termasuk masyarakat. "Potensi tambang seperti ini sangat langka sekali, makanya perlu mendapat tindak lanjut yang jelas. Pemerintah perlu segera membentuk tim untuk merancang pelaksanaan penggarapannya dengan tim berkompeten di bidangnya," ujarnya.
Anggota DPRD Mempawah Dapil Sadaniang, Amon Amed, menegaskan sejak lama, potensi tambang di Sadiang menjadi incaran banyak investor dan perusahaan. Masyarakat juga tidak terlalu membuka peluang tersebut, selama dampaknya tidak berimbas ke daerah dan masyarakat setempat.
"Dulu juga pernah ada penolakan terhadap perusahaan tambang yang sempat ingin masuk ke Sadaniang. Namun tetap mengacu pada undang undang bahwa apa yang terkandung di tanah, air dan udara dikuasai negara dan digunakan untuk kesejahteraan warga. Tinggal lakukan langkah terbaik saja dengan tidak mengabaikan kemauan masyarakat," kata Amon.
Misalnya, lakukan sosialisasi maksimal dan pengerjaannya melibatkan masarakat lokal. "Masyrakat lokal harus punya saham. Paling tidak lokasi. Perhatikan situs budaya seperti keramat wakaf dan lain-lain. Tidak mendatangkan tenaga luar, kecuali ahlinya. Menyekolahkan anak berprestasi sesuai tingkatan jenjang dan kejuruan," imbuhnya.
Anggota Komisi XI DPR, Michael Jeno, mengingatkan perkembangan terakhir, regulasi pertambangan lumayan rigid. Untuk perizinan bukan lagi di level bupati, namun gubernur. "Untuk eksplorasi tambang, pemerintah pusat ingin ada nilai tambah. Jadi bukan hanya eksplorasi kemudian menjual bahan mentah. Tapi yang kita jual sudah dalam bentuk bahan jadi. Saya pikir kita sepakat dan mendukung langkah pemerintah tersebut," kata Jeno.
Politisi PDIP ini menjelaskan dalam konteks kebijakan ini, niat pemerintah adalah hilirisasi sehingga ada nilai tambah yang bisa didapatkan. Namun, yang juga tak kalah pentingnya adalah memerhatikan sisi lingkungan.
Termasuk masyarakat, coorporate social responsibility (CSR), pelibatan, dan dialog. Masyarakat harus diberdayakan. Jangan dibiarkan hanya jadi penonton. Menurutnya, sudah jadi tekad pemerintah melakukan hilirisasi pertambangan.
"Di Kalbar misalnya, ada dua perusahaan bauksit yaitu di Tayan, Kabupaten Sanggau, dan Kendawangan, Kabupaten Ketapang. Keduanya sudah mengarah kepada hilirisasi. Jadi tak lagi menjual bahan mentah karena membuat kita rugi," papar Jeno.
Ia mencontohkan tambang Bauksit di Tayan menghasilkan dua produk alumina, Smelter Grade Alumina (SGA) dan Chemical Grade Alumina (CGA). Di Kendawangan produksi SGA sedangkan di Tayan memproduksi CGA.
Dorong Hilirisasi
Terkait potensi Mo di Sadaniang, Jeno mengatakan pertimbangan-pertimbangan matang juga harus dilakukan. "Termasuk itu tadi pertimbagan hilirisasi, jangan hanya menjual bahan mentah," pintanya.
Apalagi menurut Jeno, potensi pertambangan Indonesia tak terlalu besar dan melimpah. Dari bahan tambang yang ada, hanya gas yang berada pada 10 besar produsen di dunia. Sedangkan yang lain, seperti minyak bumi, batu bara, dan bauksit, tidak terlalu besar.
"Batu bara saja kita kalah dari Australia. Beberapa negara memang belum mengeksploitasi bahan tambang mereka," katanya.
Dari berbagai referensi yang dihimpun Litbang Tribun, sekitar 75 persen dari Mo digunakan di Amerika Serikat untuk dijadikan campuran baja dan besi. Hampir setengah dari campuran ini digunakan untuk membuat stainless dan baja tahan panas.
Hasilnya dapat digunakan dalam pesawat terbang, pesawat ruang angkasa, dan rudal bagian. Penggunaan penting lainnya adalah campuran Mo dalam produksi alat-alat khusus, seperti busi, shaft baling-baling, senapan barel, peralatan listrik pada temperatur tinggi, dan boiler pelat.
Penggunaan penting lainnya adalah sebagai katalis Mo. Katalis adalah zat yang digunakan untuk mempercepat atau memperlambat suatu reaksi kimia. Katalis tidak mengalami perubahan wujud selama reaksi.
Katalis Mo digunakan dalam berbagai operasi kimia, dalam industri minyak bumi, dan dalam produksi polimer dan plastik. Mo digunakan pada alloy tertentu yang berbasis nikel, seperti Hastelloyr, yang tahan panas dan tahan korosi bahan kimia.
Mo mengoksidasi pada suhu yang meningkat. Penerapan terbaru Mo adalah sebagai elektroda untuk tungku pembakaran kaca yang dipanaskan dengan listrik. Mo juga digunakan dalam nuklir, dan dalam pembuatan suku cadang rudal dan pesawat terbang. Mo merupakan katalis penting dalam pemurnian minyak bumi. (Madrosid/Sahirulhakim/Stefanus Akim/Wikipedia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-molibdenum_20150531_124758.jpg)