Melihat Masjid Raden Sulaiman Sambas

Masjid Raden Sulaiman yang terletak di Dusun Kota Bangun Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas, merupakan masjid Sambas pertama

Penulis: Nasaruddin |
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Hari ketiga Idul Fitri, Tribunpontianak.co.id berkesempatan mengunjungi situs bersejarah Kabupaten Sambas, Masjid Raden Sulaiman di Kota Bangun bersama peneliti dari Komunitas Sambas (Studi Agama, Budaya dan Sejarah), yang terdiri dari dosen STAIN Pontianak Erwin Mahrus dan Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta Program Studi Agama dan Filsafat, Konsentrasi Sejarah Kebudayaan Islam, Sunandar dan Lamazi.

Masjid Raden Sulaiman yang terletak di Dusun Kota Bangun Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas, merupakan masjid pertama yang dibangun Kesultanan Sambas. Sampai saat ini, masih diyakini sebagai masjid tertua di Kabupaten Sambas.

Letaknya tak jauh dari pertigaan Sungai Sambas Besar, Kecil dan Kartiasa membuat posisi Masjid sangat strategis. Didominasi warna kuning, di depan masjid terdapat tempayan yang digunakan untuk berwudhu. Tempayan ini diyakini ada sejak awal mula masjid ini didirikan.

Masuk ke dalam, kita langsung merasakan bangunan tempo dulu. Bagaimana tidak, di tengah-tengah masjid, tegak berdiri empat tiang yang sengaja tidak dirubah saat perehaban. Tiang dari kayu belian tersebut, menghunjam ke tanah hingga atap.

Lantai dan dinding masjid menggunakan kayu. Sementara atapnya, semula sirap namun sudah diganti dengan seng.

Imam sekaligus pengurus Masjid Raden Sulaiman, Teuku Zuhni menyatakan, empat tiang ini semula akan dibuang oleh pekerja yang merehab masjid beberapa tahun lalu. Namun, dia bersama saudara dan warga, menolak hal tersebut.

"Jadi tetap berdiri kokoh sampai sekarang. Inilah yang masih asli. Lainnya sudah dirubah oleh tukang. Dinding masjid semula tegak lurus, namun dirubah menjadi rumah kebanyakan saat ini, yaitu papan melintang," tuturnya.

Kepada rombongan, dia memperlihatkan tongkat khatib yang sampai sekarang masih digunakan. Selain itu, juga ada dua tempayan kecil yang dulu oleh Raden Sulaiman, dijadikan kubah masjid.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved