Saripawan Pindah ke Provinsi, Edi Kamtono Bertindak Cepat dengan Tunjuk Plt Sebagai Pengganti

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bertindak cepat dengan kepindahan Direktur Rumah Sakit Sultan Sy Mohamad Alkadrie

Saripawan Pindah ke Provinsi, Edi Kamtono Bertindak Cepat dengan Tunjuk Plt Sebagai Pengganti
Istimewa
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono kala memberikan ceramah di Masjid Al Muhajirin Komplek Bali Agung II Kelurahan Parit Tokaya Kecamatan Pontianak Selatan, Senin (13/5) malam. 

Saripawan Pindah ke Provinsi, Edi Kamtono Bertindak Cepat dengan Tunjuk Plt Sebagai Pengganti

PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono bertindak cepat dengan kepindahan Direktur Rumah Sakit Sultan Sy Mohamad Alkadrie, Yuliastuti Saripawan yang menjadi Direktur RS Sudarso.

Edi Kamtono menyampaikan begitu Saripawan pindah, ia langsung menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) untuk menahkodai RS Sultan Sy Mohamad Alkadrie atau rumah sakit kota.

"Untuk Direktur Rumah Sakit Kota Pontianak yang kosong kita sudah menetapkan Plt, begitu direktur yang lama pindah ke provinsi kita langsung tunjuk," ucap Edi Rusdi Kamtono saat diwawancarai, Jumat (17/5/2019).

Lanjut disampaikannya, untuk Plt yang yelah ditunjuk untuk menahkodai rumah sakit kota adalah Dokter Johnson.

Baca: Kodam XII/Tpr Gelar Exit Meeting Wasrik Current Audit Itjenad TA 2019

Baca: Kapolda Kalbar Melepas 440 Personel BKO ke Metro Jaya

"Kita sudah menunjuk dokter Johnson untuk melaksanakan tugas disana Saya yakin tidak ada masalah dan dia dokter senior dan mempunyai komitmen pelayan yang tetap diutamakan," tambah Edi.

Dokter Johnson sebelumnya merupakan dokter di RS Kota dan sebagai dokter spesialis saraf. Ia yakin dibawah kepemimpinan Plt Dokter Johnson mampu memabawa kinerja yang lebih baik.

Selain Saripawan, Edi menegaskan ada beberapa ASN dilevel kepala bagian yang juga pindah di provinsi untuk meniti karir disana.

"Selain Direktur RS Kota Pontianao yang pindah, el ada beberapa ASN yang pindah dilevel kepala bagian," jelasnya.

Kemudian ia menjelaskan bahwa ada dua ASN eselon II Pemkot yang mengikuti open bidding di provinsi untuk menempati kepala dinas.

Edi menegaskan tidak ada pengaruh ASN Pemkot yang pindah di provinsi walaupun dari segi jumlah memang berkurang. Ia yakin kualitas dan kinerja ASN pemkot tidak akan berkurang karena semuanya sudah tersistem dengan baik dan kualitas akan sama saja meskipun ada yang pindah.

"Intinya untuk ASN di Kota Pontianak ini sudah berpengalaman dan berintegritas, tidak ada masalah," tegasny.

Sementara ini disebutnya juga ada beberapa jabatan yang masih PLT, ia akan secepatnya melakukan open bidding dan terbuka untuk semuanya.

"Kita akan kaji juga yang lainnya, apakah akan ada roling atau seperti apa untuk penyegaran di OPD kita," pungkasnnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved