Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Dirawat Intensif & Perlu Bantuan

Bagian wajah dan kakinya luka parah akibat api hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Ishak
Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Dirawat Intensif & Perlu Bantuan - fajar-korban-percikan-meriam-kabit-di-pontianak-1.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Fajar korban percikan meriam kabit saat berada di rumah Sakit Sudarso, jumat (10/5/2019).
Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Dirawat Intensif & Perlu Bantuan - fajar-korban-percikan-meriam-kabit-saat-berada-di-rumah-sakit-sudarso.jpg
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Fajar korban percikan meriam kabit saat berada di rumah Sakit Sudarso, jumat (10/5/2019).

Main 'Meriam Karbit' Pakai Bensin, Fajar Luka Bakar Tersambar Api, Kini Perlu Perawatan Insentif dan Bantuan Dana Cukup Besar

PONTIANAK - Fajar (9) menjadi korban dari percikan api meriam karbit saat bermain bersama temannya di depan Gang Haji Saleh atau disebrang Komplek Griya Husada Serdam dini hari (8/5/2019).

Bagian wajah dan kakinya luka parah akibat api hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Andyka merupakan paman dan sebagai orang tua asuh Fajar menceritakan kronologis kejadian bermula usai sholat subuh saat Fajar menyambangi rumah temannya yang tidak jauh dari rumah.

Setelah pergi kerumah temannya Fajar bersama teman lain pergi untuk melihat permainan meriam karbet di depan gang

Andyka sendiri saat itu masih berada di jalan pulang dari Masjid.

Baca: TRIBUN WIKI: Meriam Karbit, Kebudayaan di Pesisir Sungai Kapuas

Baca: Unik, Jihan Husein Rayakan Ulang Tahun Pakai Meriam Karbit

Saat itu posisi Fajar hanya menonton dan duduk di dekat meriam karbit. Melihat beberapa temannya yang hendak membunyikan karbit. Ada yang bagian menghidupkan apinya, dan memasukan bensin.

"Fajar hanya duduk di dekat meriam karbit yang sudah di isi bensin, karena yang mainnya anak-anak mungkin dikira bensin sama dengan minyak tanah," ujar Andyka.

Setelah hidup meriam karbit mengeluarkan percikan api, lalu ditendang oleh satu temannya berinisial R ke arah Fajar hingga Karbit pun meledak tepat di hadapan Fajar.

Fajar menjadi korban, keenam temannya panik melihat luka bakar yang parah di wajah dan di bagian kaki Fajar.

Namun Fajar masih mampu berlari sambil menangis dan menjerit kesakitan menuju rumahnya yang berjarak 300 meter dengan tangisan.

Satu orang warga yang melihat Fajar berlari pun langsung bergegas memberitahukan kejadian itu kepada Orang tua asuh Fajar yang sedang berada di Masjid.

Baca: Asyiknya Wisata Sungai Kapuas Sambil Menyaksikan Ratusan Meriam Karbit

Baca: Pemerintah Provinsi Diminta Anggarkan Festival Meriam Karbit

Andyka bergegas pulang ke rumah dan langsung membawa Fajar ke Rumah Sakit Sudarso sekitar pukul 06.00 Wib.

Saat menjelang waktu siang sampai sore hari wajah Fajar semakin membengkak dan berair.

"Pada siang hari Fajar sempat di bawa pulang ke rumah untuk memperlihatkan keadaan kepada orang tua dan pelaku penendangan karbit dan teman lainnya, " ujar Andyka.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved