TERUNGKAP Fakta Baru Setelah IPDA Tatang Terima Penghargaan atas Aksi Heroiknya! Ada Kepanikan

Selain memberikan penghargaan, Kapolresta bejanji segera memperbaiki kendaraan dinas yang digunakan Ipda Tatang.

Editor: Marlen Sitinjak
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
PENGHARGAAN - Ipda Tatang Rosyadi menerima piagam pengharagaan yang diserahkan Kapolresta Pontianak Kombes Muhammad Anwar Nasir di Mapolresta Pontianak, Jl Johan Idrus, Senin (6/5/2019) pagi. menyerahkan 

TERUNGKAP Fakta Baru Setelah IPDA Tatang Terima Penghargaan atas Aksi Heroiknya! Ada Kepanikan

PONTIANAK - Masih ingat aksi heroik seorang polisi yang mengorbanan sepeda motor dinasnya untuk ganjalan ban tronton yang mengalami rem blong saat melintas di Jembatan Kapuas II?

Dia adalah sosok Inspektur Polisi Dua (Ipda) Tatang Rosadi.

Berkat kesigapannya, Ipda Tatang mencegah terjadinya korban jiwa dalam peristiwa itu.

Siapa sangka, aksi heroik Ipda Tatang Rosadi ini viral di dunia maya.

Baca: Aksi Heroik Ipda Tatang Menginspirasi, Kapolresta Pontianak Berharap Muncul Tatang Lainnya

Sempat ramai beberapa hari lalu ketika Ipda Tatang, polantas dari Polsek Sungai Raya merelakan motor dinas Suzuki Thunder 125 jadi ganjalan truk.

Aksi ini pula yang mengantarkannya Ipda Tatang menerima penghargaan dari atasannya Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir.

Penghargaan diserahkan langsung Kapolresta di Polresta Pontianak Kota, Senin (6/5/2019) pagi.

Seusai menerima penghargaan, Ipda Tatang  pun mengungkap fakta-fakta peristiwa yang terjadi.

"Saya memang rutin melakukan itu. Saya, waktu itu di tol Kapuas 1 dan jembatan Landak kalau ada mobil mogok, saya pasti menghadang motor supaya kendaraan lain tidak naik," ujar Ipda Tatang usai menerima penghargaan.

"Tapi situasi yang lainnya itu lama, kalau yang ini cepat sekali. Waktunya tidak sampai satu menit, bahkan kurang dari satu menit," sambungnya.

Dari pengalaman sebelumnya, jelas Tatang, upayanya memblokade arus lalu lintas menggunakan sepeda motor saat ada kendaraan mogok di atas jembatan selalu berhasil.

Blokade menggunakan sepeda motor itu dilakukan agar pengendara di belakang mobil yang mogok tak terus meju sehingga membahayakan si pengendara jika mobil mogok tiba-tiba mundur.

Upaya sama juga dilakukannya saat mobil tronton mogok di atas jembatan.

Ipda Tatang langsung memblokade jalur menggunakan sepeda motornya tepat di belakang tronton.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved