Renungan Paskah Minggu 21 April 2019, Apa Jadinya Jika Yesus Kristus Tiba-tiba Pergi dan Menghilang

Selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita.

Renungan Paskah Minggu 21 April 2019, Apa Jadinya Jika Yesus Kristus Tiba-tiba Pergi dan Menghilang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Renungan Paskah Minggu 21 April 2019, Apa Jadinya Jika Yesus Kristus Tiba-tiba Pergi dan Menghilang. 

Renungan Paskah Minggu 21 April 2019, Apa Jadinya Jika Yesus Kristus Tiba-tiba Pergi dan Menghilang

PASKAH - Bayangkan apa yang akan dialami para murid-murid Yesus jika pada akhir pekerjaan-Nya di bumi, Yesus Kristus tiba-tiba menghilang, mengabaikan hal yang paling ditakutkan dalam peradaban manusia, maut.

Mungkin tiba-tiba firman-Nya hanya akan menjadi sekadar kata-kata tidak berarti, dan makna agung dari pengorbanan-Nya di kayu salib mungkin hilang.

Semua hal yang dilakukan-Nya, selain kematian-Nya, mungkin akan membuat firman-Nya dianggap palsu, sedangkan Tuhan tidak memberikan segala sesuatu yang palsu kepada kita.

Yesus Kristus, Pribadi Kedua dari Trinitas Allah, bersedia meninggalkan surga, menjadi manusia, dan turun ke bumi. Dia datang bukan karena kebetulan. Dia memiliki suatu tujuan saat datang dan menyatakan diri dalam beberapa kesempatan di bumi.

Kepada para murid-Nya, Dia berkata bahwa Dia "datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Markus 10:45).

Dia berkata kepada Zakheus bahwa tujuan kedatangan-Nya adalah "untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10). Kepada orang-orang Farisi, Dia menyatakan diri sebagai gembala yang baik yang "memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya" (Yohanes 10:11, 14, 18).

Jelas bahwa tujuan utama dari kedatangan-Nya ke bumi adalah untuk menebus dosa. Dia datang ke dunia di mana hubungan antara Allah dan umat-Nya terputus karena dosa, sehingga Dia bisa memberikan pengampunan dan mengembalikan kita ke dalam hubungan kasih yang semula Allah inginkan.

Menurut Roma 3:23, "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." Kemudian, Roma 6:23 mengatakan bahwa "upah dosa ialah maut".

Namun demikian, Pribadi Kedua dari Trinitas Allah, Yesus, menjadi manusia sehingga Dia bisa memberikan nyawa-Nya dan menggantikan kita di bukit Kalvari -- untuk menebus dosa kita. Kematian-Nya membuat orang yang percaya pada-Nya sebagai Tuhan dan Juru Selamat dapat berdamai dengan Allah, dan dosanya diampuni.

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved