BABAK Baru Kasus Audrey - Keluarga Tolak Diversi dan Minta Visum Ulang, Kapolres: Dipertimbangkan

Pihak keluarga juga merasa kurang puas dengan hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian, sehingga meminta dilakukannya visum ulang.

BABAK Baru Kasus Audrey - Keluarga Tolak Upaya Diversi dan Minta Visum Ulang, Kapolres : Akan Dipertimbangkan

PONTIANAK - Kasus penganiayaan terhadap AU (Audrey) mencapai upaya diversi pada Kamis (11/4/2019).

Namun hal itu mengalami kebuntuan saat pihak keluarga menolak, sehingga kasus tersebut berlanjut ke meja hijau.

Tak hanya itu, pihak keluarga juga merasa kurang puas dengan hasil visum yang dilakukan pihak kepolisian, sehingga meminta dilakukannya visum ulang.

Kombes Anwar menyatakan bahwa sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan dua kali visum, terhadap korban.

Baca: BABAK Baru Kasus Audrey, Kejari Pontianak Siapkan 4 JPU Tangani Kasus Dugaan Penganiayaan

Baca: BABAK Baru Kasus Audrey - Upaya Diversi Ditolak, Perkara Lanjut ke Meja Hijau

Visum pertama dilakukan di RS Bhayangkara, dimana korban diperiksakan secara fisik pada tanggal 5 April dan hasilnya keluar keluar pada tanggal 9 dengan hasil tidak ada ditemukan kelainan.

Kemudian di tanggal 6 April korban kembali diperiksa dan dilakukan visum di RS ProMedika secara lebih mendetail, hasilnya juga tidak ada kelainan.

“Semua kepentingan penyidikan sudah lengkap. Visum juga sudah dua rumah sakit. Saya nyatakan cukup, ngapain lagi. Tapi kalau minta divisum lagi, akan saya pertimbangkan,” tegasnya.

Kalaupun saat ini korban masih dirawat di RS, beliau menerangkan bahwa hal itu sudah diluar kewenangannya.

Baca: FAKTA Baru Kasus Audrey Pontianak! Pihak Keluarga Bantah Hasil Visum dan Tunjukkan Bukti Foto Ini

Baca: Audrey Pontianak - Pertanyakan Hasil Visum, Kuasa Hukum AU Beberkan Fakta Yang Terjadi Sebenarnya

“Kita harapkan dia udah sehat biar bisa gampang koordinasi,” harapnya.

Apalagi hasil visum sudah jelas, menunjukkan bahwa tidak ada kerusakan pada organ vital seperti berita yang beredar.

Terkait adanya pemukulan, Kombes Anwar menyampaikan bahwa tidak semua pemukulan dapat mengakibatkan luka memar.

“Pemukulan tidak mesti mengakibatkan luka memar, berarti anak-anak ini nggak kuat mukulnya,” jelasnya. (*)

Penulis: Bella
Editor: Ishak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved