Pengakuan Terduga Pelaku soal Dugaan "Merusak" Organ Vital di Kasus Audrey Pontianak

Pengakuan Terduga Pelaku soal Dugaan "Merusak" Organ Vital di Kasus Audrey Pontianak

Pengakuan Terduga Pelaku soal Dugaan
TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Tiga di antara tujuh siswi SMA yang terseret dalam kasus penganiayaan siswi SMP menyampaikan klarifikasi didampingi KPPAD Provinsi Kalbar di Mapolresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4/2019) sore. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban serta tidak mengakui telah melakukan pengeroyokan perkelahian dilakukan satu lawan satu. 

PONTIANAK - Terduga pelaku kasus Audrey siswi SMP Pontianak buka suara soal kabar yang beredar di medsos tentang dugaan adanya pencolokan organ vital terhadap korban.

Saat menyampaikan keterangan resmi di Mapolresta Pontianak, satu di antara terduga pelaku membantah kabar yang viral di media sosial itu.

Terduga pelaku mengatakan, apa yang terjadi saat itu di dua tempat tak seperti yang disampaikan banyak netizen di media sosial. 

"Kami tidak pernah melakukan pencolokan alat vitalnya (AU). Tolong jangan menghakimi kala tidak tahu perihal yang sesungguhnya," kata satu di antara terduga pelaku sambil menangis.

Satu di antara terduga pelaku juga membantah masalah yang terjadi karena urusan cowok.

Baca: Polisi Tetapkan 3 Siswi SMA Tersangka Kasus Audrey Siswi SMP Pontianak, Fakta Baru Terungkap!

Menurutnya, apa yang terjadi barawal dari saling sindir di Instagram dan grup whatsapp.

Pertemuan yang mereka lakukan juga awalnya ingin menyelesaikan persoalan yang awalnya direncanakan malam Sabtu di Alun Kapuas. 

Namun Audrey tiba-tiba mengajak bertemu saat itu juga.

Menurutnya, saat di lokasi kejadian tak ada pengeroyokan. Namun dirinya tak membantah adanya pemukulan.

Itupun dilakukan tiga orang, bukan 12 orang.

Halaman
1234
Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved