Fakta TVOne
Fakta TvOne : TKN Sebut Jokowi Sajikan Strategi Pecahkan Persoalan Pertahanan saat Debat Pilpres
"Bahwa menurut analisa intelejen, diperkirakan sampai sekian tahun tidak ada ancaman bersifat invasi," kata dia.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Jimmi Abraham
Fakta TvOne : TKN Sebut Jokowi Sajikan Strategi Pecahkan Persoalan Pertahanan saat Debat Pilpres
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko menegaskan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo tidak dalam konteks mengajar siswa ketika Debat Keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/03/2019) lalu.
Namun, Jokowi memberikan penjelasan kepada publik tentang strategi memecah persoalan terkait pertahanan di Indonesia.
"Bukan sebuah retorika. Sangat kelihatan Jokowi menyajikan strateginya. Langkah-langkah yang harus ditangani dalam menyelesaikan persoalan," ungkapnya dalam Program Fakta TVOne, Senin (01/04/2019) malam WIB.
Baca: LIVE Streaming Arema FC Vs Kalteng Putra Semifinal Piala Presiden 2019, Singo Edan Tampil Agresif
Baca: Merasa Rugi Akun Twitter dan Gmail-nya Diretas, Ferdinand Hutahaean Lapor Bareskrim dan Kemenkominfo
Baca: Mengharukan! Demi Biaya Berobat Sang Suami, Bu Sumiati Rela Jual Ginjal via Karton, Belum Laku-laku
Menurut Moeldoko, gagasan menyelesaikan masalah pertahanan Indonesia tidak nampak dari Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat debat keempat.
"Padahal, itu yang ditunggu," timpal mantan Panglima TNI itu.
Moeldoko menimpali Jokowi merupakan tipe seseorang yang sangat confident atau percaya diri.
Apa yang disajikan saat debat keempat adalah sebuah hal yang kondisinya sebagaimana adanya.
"Bahwa menurut analisa intelejen, diperkirakan sampai sekian tahun tidak ada ancaman bersifat invasi," kata dia.
Baca: Keji! Ingin Kuasai Harta Warisan, Wanita Bersama Kekasihnya Tega Bunuh Ibu dan Tiga Adiknya
Baca: Hidup Sebatang Kara, Pria 70 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Dalam Kelambu
Baca: Malam Ini Bakal Hujan Disertai Petir, Berikut Daerah-daerahnya di Wilayah Kalbar
Pembangunan negara, kata Moeldoko, melihat skala prioritas. Pembangunan negara bukan hanya sebatas memikirkan pertahanan.
Sebab, pertahanan hanya bagian sub sistem bernegara.
Jika anggaran negara hanya fokus kepada pertahanan, bagaimana program pembangunan bidang-bidang lainnya.
"Kalau anggaran digeser ke sana semua, maka pembangunan lain tertinggal dong. Lima tahun terakhir tidak ada yang dikurangi, anggaran pertahanan ditambah terus dari waktu ke waktu. Nomor dua setelah PUPR. Besar itu," terang Moeldoko.
Baca: Satelit Hancur Ditembak Rudal India, Kepingan Sampahnya Ancam Misi Astronot Luar Angkasa
Baca: IDENTITAS Driver Ojol Pontianak Tewas Terlindas Truk Tronton, Kasat Lantas Soroti SIM Sopir
Baca: Kabar Gembira Bagi PNS, Rapelan Kenaikan Gaji PNS Segera Dibayar Pemerintah, Catat Tanggalnya!
Jika terpilih pada periode kedua, Jokowi akan meningkatkan pembangunan Sumber Daya manusia (SDM).
Saat ini di Indonesia, ada sebuah proses Transfer of Technology (TOT) dan Transfer of Knowledge.