Kawin Kontrak Menyasar Warga Kurang Mampu, Warga Pontianak Jadi Korban

Kembali terjadinya kasus ini tentu mengundang rasa prihatin kita, ini bukan yang pertama terjadi masalah kawin kontrak

Kawin Kontrak Menyasar Warga Kurang Mampu, Warga Pontianak Jadi Korban
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Darmanelly. 

Kawin Kontrak Menyasar Warga Kurang Mampu, Warga Pontianak Jadi Korban

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus kawin kontrak yang melibatkan warga Pontianak kembali terkuak, kali ini warga Jalan Kebangkitan Nasional Pontianak Utara. Sementara nama korban kawin kontrak, Julia Tari.

Terungkapnya kasus perkawinan kontrak yang membawa petaka dan terungkap saat Julia Tari diperlakukan dengan tindak kekerasan di negeri orang (Tiongkok).

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A), Darmanelly menerangkan kasus kawin kontrak sangat memprihatinkan dan masih saja ada orang terjebak.

Baca: VIDEO: Lapas Singkawang Sosialisasikan Aksi Pemberantasan Kontak Komunikasi Narapidana

Baca: Cegah Narkoba Masuk, Walid: Lapas Singkawang Butuh Peralatan X-Ray

Ia menjelaskan pada hakekatnya tidak ada namanya kawin kontrak dan didalam Islam jelas kawin adalah demi membina rumah tangga.

Sementara kawin kontrak mereka diimingi atau diberi dengan sejumlah harta atau uang dan apabila bosan maka dikembalikan dan tak jarang mereka yang kawin kontrak disebutnya mendapat penyiksaan.

Darmanelly, menegaskan kawin kontrak yang dicomblangkan oleh agen atau pihak ketiga sama juga dengan perbuatan human trafficking atau perdagangan manusia.

"Kembali terjadinya kasus ini tentu mengundang rasa prihatin kita, ini bukan yang pertama terjadi masalah kawin kontrak. Kita sudah sosialisasi pencegahan trafficking setiap tahun," ucap Darmanelly, Senin (18/3/2019).

Lanjut disampaikannya, agen atau mak comblang yang mempertemukan kliennya dengan warga setempat biasanya menyasar warga miskin atau masyarakat bawah.

Dengan diimingi sejumlah uang, harta dan sebagainya orangtua mengijinkan anaknya untuk kawin kontrak dan tidak memikirkan jangka panjangnya.

Baca: Sosialisasi dan Deklarasi Pemilu Damai oleh Masyarakat Kabupaten Ketapang

Baca: Dukung Rencana Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar, Misni: Impian Masyarakat

"Sasarannya orang miskin kawin kontrak ini, kemudian mereka ingin mendapatkan harta secara instan dan sehingga tergiur kawin kontrak," tambahnya.

Masih adanya kawin kontrak pada masyarakat Pontianak, Darmanelly mengatakan akan melakukan koordinasi dengan organisasi atau tokoh perempuan Tionghoa. Hal ini harus dihentikan sehingga tidak adalagi korban-korban berikutnya yang sebasib Julia Tari.

"Kawin kontrak ini memang merupakan salah satu human trafficking, karena trafficking ini juga terkait seseorang membawa orang dengan jasa, iming-iming, atau paksaan serta tipuan dan sebagainya," jelas Darmanelly

Ia menegaskan ini adalah kejahatan yang harus dihentikan dan diberikan sanksi pihak ketiganya.

"Masyarakat jangan terjebak atas iming harta dan jangan tergoda kawin kontrak ini," pungkas Darmanelly.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved