Hadiri Istighosah Qubro NU, Midji: Orang NU Tak Pilih Kyai NU, Saya Tak Bisa Bilang Apa-apa Lagi

Sutarmidji mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) memilih capres dan cawapres berdasarkan kinerja bukan fitnah.

Hadiri Istighosah Qubro NU, Midji: Orang NU Tak Pilih Kyai NU, Saya Tak Bisa Bilang Apa-apa Lagi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridho Panji Pradana
Dewan Pengarah TKD Jokowi-Amin di Kalbar, Sutarmijdi, saat menghadiri Istighosah Qubro, Muslimat NU Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (17/3/2019). 

Hadiri Istighosah Qubro NU, Midji: Orang NU Tak Pilih Kyai NU, Saya Tak Bisa Bilang Apa-apa Lagi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Dewan Pengarah TKD Jokowi-Ma'ruf di Kalbar, Sutarmidji mengajak warga Nahdlatul Ulama (NU) memilih capres dan cawapres berdasarkan kinerja bukan fitnah.

Hal tersebut disampaikan Sutarmijdi, saat menghadiri Istighosah Qubro, Muslimat NU Kalbar di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (17/3/2019).

Pada kegiatan itu hadir juga Ketua PP Muslimat NU, Yenny Wahid, Ketua DPW NU Kalbar Hildi Hamid dan sejumlah ulama.

"Jadi kalau ada orang NU tak milih Kyai NU, saya tak bisa bilang apa-apa lagi," kata Sutarmidji.

"Jangan pilih pemimpin dengan cara-cara dan berdasarkan fitnah. Karena itu akan membawa kemudaratan bagi negara," tambahnya.

Baca: Muda Mahendrawan Apresiasi Kegiatan Generasi Berencana 2019

Baca: BREAKING NEWS - Pendukung Prabowo Subianto Padati Istana Kadriah, Trimono Berpenampilan Ekstrem

Baca: Ustadz Abdul Somad Tantang Pengejeknya di Youtube, IG, Facebook: Kalau Kalian Mau Serius Datanglah!

Pada kesempatan itu, Sutarmidji yang juga menjabat Gubernur Kalbar, memaparkan sejumlah isu negatif berbau fitnah yang ditujukan kepada capres dan cawapres Jokowi-Ma'ruf. Dirinya meminta, agar masyarakat tidak mudah percaya dengan isu-isu yang berkembang saat ini.

"Ada yang bilang kalo Jokowi jadi (presiden) maka adzan akan dilarang. Itu hal mustahil dan tak mungkin. Kenapa? Karena disitu ada Kiyai Ma'ruf Amin. Ini berita pasti bohong. Terus ada yang bilang akan melegalkan perkawinan sejenis, ini lebih parah lagi. Dalam undang-undang perkawinan sudah jelas, perkawinan itu sah jika dilakukan menurut hukum agana dan keprrcayaannya," kata Bang Midji sapaan akrab Sutarmidji, disambut tepuk tangan oleh seribuan orang Muslimat NU yang hadir dari berbagai daerah di Kalbar.

Baca: VIDEO: Petugas PPATK dan Bea Cukai Tinjau Pembawaan Uang Tunai di Bandara Supadio

Baca: Peminat Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan di Kalbar Masih Sangat Rendah

Baca: BREAKING NEWS - Pendukung Prabowo Subianto Padati Istana Kadriah, Trimono Berpenampilan Ekstrem

"Kalau masih ada orang yang ngomongkan isu-isu itu, ibu-ibu boleh tangkap orangnya dan laporkan ke saya. Nanti saya beri hadiah," timpalnya.

Untuk lebih meyakinkan masyarakat Kalbar menjatuhkan pilihan pada Jokowi-Ma'ruf, di pilpres 17 April nanti, Sutarmijdi pun membeberkan hasil kerja Jokowi.

Midji menilai, jika apa yang dilakukan Jokowi di Kalbar selama empat tahun lebih menjabat sebagai presiden, tidak dapat dipungkiri lagi. Khususnya perbaikan infrastruktur.

"Sebelumnya dari Pontianak ke Sintang itu sebelas jam. Sekarang dengan kecepatan mobil 70 kilo meter saja, ke Sintang bisa 5 jam 20 menit. Kita harus bersyukur apa yang telah dibuat pemrirntah," ungkapnya.

Tidak hanya itu, Sutarmidji juga menegaskan, jika hasil kerja Jokowi sebagai presiden sangat membantu pemerintah daerah di Kalbar.

Karena itulah pemerintah daerah bisa fokus membangun daerah, dengan anggaran masing-masing, tanpa memikirkan porsi anggaran dan kebijakan yang menjadi tanggungjawab pemerintah pusat.

"Pembangunan sekarang luar biasa karena (pemerintah) pusat membantu kita bangun jalan, sekolah dan sebagainya. Bulan Juli tahun ini, semua sekolah negeri SMA dan SMK tak perlu bayar. Saat ini juga ada 142 ribu anak SMA dan SMK diberi bea siswa. Tahun depan 60 ribu anak dari sekolah swasta termasuk pesantren, dapat bea siswa. Kenapa ini bisa, karena angggaran dari pusat untuk bangun jalan telah ada, jadi kita alihkan anggarannya untuk keperluan lain," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Maskartini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved