VIDEO: Petugas PPATK dan Bea Cukai Tinjau Pembawaan Uang Tunai di Bandara Supadio

Dikatakannya, diperlukan media sosialisasi kepada pelintas batas dan warga negara yang datang dari luar negara RI.

Petugas PPATK dan Bea Cukai Tinjau Pembawaan Uang Tunai di Bandara Supadio

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Peninjauan dan pengawasan Pembawaan Uang Tunai dan Instrumen Pembayaran Lain Lintas Negara ditinjau langsung oleh Deputi Bidang Pencegahan PPATK Pusat, Muhammad Sigit bersama dengan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B (KPPBC TMP B) Pontianak, Dwiyono Widodo di Bandara Supadio Pontianak, Kamis lalu, Minggu (17/3/2019).

"Kolaborasi itu, kita lihat dan meninjau langsung bersama PPATK guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman petugas yang berwenang, khusunya yang ada di lapangan serta meningkatkan kesadaran masyarakat yang datang dari luar negeri," ujar, Widodo.

Lanjutnya, dengan meningkatkan kerja sama dan sinergitas antar instansi yang berwenang, diperlukan sarana dan prasarana yang memadai di setiap kantor bea dan cukai untuk mendeteksi pembawaan uang tunai atau IPL lintas batas.

Dikatakannya, diperlukan media sosialisasi kepada pelintas batas dan warga negara yang datang dari luar negara RI.

Widodo mengatakan, latar belakang pengawasan pembawaan uang tunai lintas batas guna menghindari praktek pencucian uang dan pendanaan terorisme yang semakin kompleks dan meluas hingga menjamin lembaga-lembaga di luar sistem keuangan sebagai "modus operandi" terkini dalam pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Baca: Sejumlah Anak Antusias Saat Bermain di Lokasi TMMD ke 104 Kodim 1201/Mph

Baca: Sasar Pemilih Muda, KPU Mempawah Bersama Relasi Basis Muda Gelar Sosialisasi Pemilu 2019

"Pembawaan uang secara tunai uang atau instrumen penelitian lain mungkin dilakukan untuk menghindari interaksi dengan penyedia jasa keuangan, maka dalam upaya mencegah dan memberantas tindak Pedana pencucian uang dan pendanaan terorisme diperlukan pemenuhan standar internasional terbaru yakni 40 Recommendations yang dikeluarkan oleh Financial Actionnya Task Force on Money Laundering (FATF)," papar Widodo.

Selain itu, ia mengatakan Bea Cukai dan PPATK juga meningkatkan pengawasan terhadap pembawaan uang tunai atau instrumen pembayaran lain, baik di Bandara Supadio ataupun di Lintas Negara.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved