Masih Ada Desa yang Belum Teraliri Listrik, Ini Upaya Bupati Sambas

Upaya kami lewat program bapak Presiden Jokowi, bahwa 2019 listrik harus mengalir keseluruh Desa melalaui PLN dan APBN

Masih Ada Desa yang Belum Teraliri Listrik, Ini Upaya Bupati Sambas
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M Wawan Gunawan
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili 

Masih Ada Desa yang Belum Teraliri Listrik, Ini Upaya Bupati Sambas

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS- Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan, pihaknya akan merespon secepat mungkin semua persoalan yang ada di Sambas.

Hal itu disampaikan, menanggapi bahwa masih ada daerah di Kabupaten Sambas yang belum dialiri Listrik.

"Yang penting respon cepat lewat pintu manapun dipersilakan, kadang para pihak hanya butuh diingatkan, karena itu hak rakyat," ujarnya, Selasa (12/2/2019) saat di hubungi Tribun.

Atbah menegaskan, sampai saat ini dirinya juga masih memperjuangkan kepentingan masyarakat. Bahwa memang benar adanya di Sambas ada beberapa Desa yang masih belum di Aliri listrik.

Baca: Provost Polres Landak Periksa Personel

Baca: Sedang Berlangsung! Live Streaming ILC tvOne, Potret Hukum Indonesia: Benarkah Tajam Sebelah?

"Upaya kami lewat program bapak Presiden Jokowi, bahwa 2019 listrik harus mengalir keseluruh Desa melalaui PLN dan APBN," ungkapnya.

Untuk itu, Bupati mengatakan semua pihak terkait harus di ingatkan. Dan ada alur serta mekanisme yang harus di lalui.

"Bagi saya hanya diingatkan (Disampaikan), ayo kite perjuangkan, banyak desa yang juga menghubungi saya dan langsung saya hubungkan dengan PLN. Dan PLN bersedia memperjuangkan ke provinsi dan pusat secara kolektif bersama semua Desa yang belum teraliri listrik," jelasnya.

"Mengingatkan, alurnya adalah Warga, Kepala Desa, Camat, Bupati dan PLN. Lalu ke pemerintah provinsi untuk ikut mendorong ke Presiden. Ini harus bersifat kolektif karena banyak Desa dengan kondisi yang sama," tegasnya.

Untuk itu, Bupati mengajak masyarakat dan pemerintah bersama-sama dalam memperjuangkannya. Karena diperlukan kerjasama yang baik, dan kerja bersama.

Dengan demikian, ia berharap ikhtiar perjuang untuk menerangkan Sambas bisa dilakukan secara bersama-sama. Dan semua Desa bisa teraliri listrik di Kabupaten Sambas.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan karena listrik adalah hak setiap warga negara. Maka PLN tidak boleh lagi mempertimbangkan jarak dan jumlah calon pelanggan, karena hak rakyat harus di penuhi.

"Listrik itu adalah hak rakyat, jadi tidak boleh lagi dengan hitungan PLN yang mempertimbangkan jarak dan jumlah calon pelanggan," tutupnya. 

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved