Bedah Rancangan APBD Kota Pontianak Tahun 2019, Ini Kata Eddy Suratman Terkait Porsi Anggaran
Pemerintah Kota Pontianak bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalbar
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Madrosid
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak dan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Kalbar menggelar Seminar Bedah Rancangan APBD Kota Pontianak Tahun Anggaran 2019.
Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Pontianak, Eddy Suratman yang juga Pengamat Ekonomi Universitas Tanjungpura (Untan) mengatakan porsi pembagian anggaran Kota Pontianak sudah cukup baik dengan belanja langsung melebihi 60 persen.
"Itu okey, daerah yang dilain belanja langsungnya masih dibawah 50 persen. Makanya kita bedah sebelum DPRD bahas kita bedah terlebih dahulu," ujarnya dalam seminar yang digelar di Aula Keriang Bandong Bank Indonesia Lantai 4, Jalan Ahmad Yani, Rabu (31/10/2018).
Baca: Menyikapi Polemik Penggunaan Vaksin MR, MUI Kabupaten Ketapang Edarkan Surat Imbauan
Pemerintah Kota Pontianak kata Eddy memang dijadikan contoh dalam pelaksanaan bedah APBD. Bedah APBD kata Eddy dilakukan dua kali dalam setahun, tepatnya sebelum penetapan dan pasca penetapan untuk dilakukan evaluasi.
"Kita sudah cukup bagus dalam membedah APBD, namun setelah rancangan ada pelaksanaan. Kita belum membedah hasil, setelah ditetapkan juga dilakukan evaluasi apakah target tercapai. Dalam pelaksanaan Kota Pontianak lumayan bagus dan selalu menonjol," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi Kalbar diprediksi Eddy masih dikisaran 5,2-5,3 persenan. Angka tersebut diakuinya masih cukup baik. "Sekarang masih di 5,2 persenan hingga di Juni. Harus didorong belanjanya agar daya serap angganan harus cepat, jangan menunggu November," ujarnya.
Sebagai kota tanpa sumber daya alam, Eddy mengaku salah satu potensi yang harus dimaksimalkan adalah pariwisata. Kota Pontianak dengan ketiga ciri khas wisatanya yaitu Tugu Khatulistiwa, Wisata Sungai Kapuas dan banyaknya parit menurut Eddy bisa menjadi nilai jual Kota Pontianak.
"Saya mengusulkan jangan seperti daerah lain biasa-biasa. Kita harus serius membenahi parit, kalau perlu jangan dinas PU kita harus ada dinas parit minimal kepala bidang parit, karena itu ciri khas kita. Orang kalau mencari yang khusus datang ke Kota Pontianak hanya melihat tiga hal itu. Di negara lain parit menjadi daya tarik wisata," ujarnya.