Kisah Haru Sentuhan Bayi Mungil Sadarkan Sang Ibu Dari Koma Selama 23 Hari

Kejadian ibu yang dibangunkan sang bayi setelah koma 23 hari ini juga membuat tim medis terkejut dan terheran-heran.

Editor: Dhita Mutiasari
Caters New Agency
Ibu muda Amanda da Silva saat menggendong putranya yang baru lahir Victor setelah ditempatkan dalam koma 23-hari yang disebabkan secara medis setelah kejang epilepsi beberapa waktu lalu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Tim Medis Rumah Sakit Ceara's Assis Chateubriand Maternity Hospital (MEAC) Brasil ini menyaksikan keajaiban saat bayi berhasil bangunkan sang ibu yang koma 23 hari.

Tim medis tak kuasa menahan tangis setelah Amanda da Silva, ibu yang koma 23 hari ini terbangun setelah bersentuhan dengan bayi kecil miliknya yang bernama Victor.

Amanda da Silva perlahan mulai membaik pasca koma selama 23 hari.
Amanda da Silva perlahan mulai membaik pasca koma selama 23 hari. (Caters New Agency)

Baca: Bahayakan Tubuh, Inilah 5 Menu Sarapan Pagi yang Tak Direkomendasikan!

Baca: Kasus Pembunuhan Jurnalis Arab, Erdogan Curiga Ada Pengecatan Ulang Di Ruang Konsulat Arab Saudi

Kejadian ibu yang dibangunkan sang bayi setelah koma 23 hari ini juga membuat tim medis terkejut dan terheran-heran.

Tak hanya tim medis, Amanda da Silva juga merasa bingung dan bahagia di saat yang bersamaan.

Baca: Sariwangi Bangkrut, 3 Perusahaan Legendaris Ini Sebelumnya Juga Alami Hal Serupa

Baca: Gagal Investasi, Perusahaan Teh Sariwangi Bangkrut, Ini 5 Fakta Singkat Dibaliknya!

Ibu berumur 28 tahun ini mengatakan dirinya hanya ingat sedang menggendong Victor di pelukannya, melihat kepala mungil dan mencium bau wanginya.

"Ini adalah situasi yang luar biasa dan memusingkan pada saat yang sama," ujar Amanda da Silva.

"Aku bertanya kepada ayahku apakah bayi ini anakku. Aku menyentuh perutku dan sadar bahwa aku tidak lagi hamil, " tambah Amanda da Silva.

Kejadian ini memusingkan Amanda da Silva karena sebelum koma selama 23 hari, ia sedang dalam kondisi hami 8 bulan.

Mengutip dari Metro.co.uk, Amanda da Silva mengalami kejang akut akibat pertengkaran dengan suaminya.

Amanda da Silva memang punya riwayat penyakit epilepsi sejak berumur 7 tahun.

Kejang-kejang tersebut mengancam nyawa sang ibu dan sang bayi yang dikandungnya.

Hal ini karena kejang-kejang, pasokan oksigen ke otak dan rahim menurun.

Akhirnya, tim medis memutuskan untuk melakukan operasi sesar darurat untuk menyelamatkan nyawa sang bayi.

Namun, hal ini memaksa sang dokter untuk membuat Amanda da Silva berada dalam kondisi koma untuk menstabilkan kondisinya.

Setelah koma lebih dari 3 minggu, seorang perawat ICU bernama Fabiola Sa, menyarankan agar sang ibu dipertemukan dengan bayi yang baru dilahirkannya.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved