Gempa Lombok

Pengusaha Muda Ini Beli Gitar Elek Yo Ben Rp 1 miliar untuk Bantu Gempa Lombok, Siapa Dia?

Konser amal lelang untuk korban gempa di Lombok diselenggarakan di Indosiar, Rabu (29/8/2018).Satu yang dilelang adalah gitar seharga Rp 1 miliar.

Penulis: Hasyim Ashari | Editor: Agus Pujianto
Youtube/Indosiar
Menteri Hanif Dakhiri menyerahkan gitar Elek Yo Ben kepada Jonathan Tahir sebagai pemenang lelang untuk gempa Lombok. Tahir menebus gitar tersebut Ro 1 miliar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Konser amal lelang untuk korban gempa di Lombok diselenggarakan di Indosiar, Rabu (29/8/2018).

Lelang ini digelar sebagai bentuk kepedulian elemen bangsa untuk para korban gemba di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Satu di antara benda yang dilelang adalah gitar milik Elek Yo Ben, grup band yang beranggotakan para Menteri Kabinet Kerja.

Menteri-menteri itu antara lain Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Kementerian Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi.

Baca: LIVE STREAMING Closing Ceremony Asian Games 2018 Pukul 19.00 WIB, Dihibur 22 Bintang Tamu

Ada juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

Personel lainnya adalah Koordinator Staff Khusus Presiden Teten Masduki.

Pada penawaran awal peserta lelang ada yang berani menawar Rp 100 juta, ada juga yang berani menawar Rp 150 juta.

Namun menjelang lelang ditutup, Co Chair Mayapada Foundation Jonathan Tahir mengangkat tangan dan berani menawar dengan harga Rp 1 miliar.

"Mewakili Tahir Foundation, kami sangat peduli dengan nasib saudara saudara kita di NTB dan membeli gitar ini Rp 1 miliar," kata Jonathan sebelum berfoto bersama dengan seluruh personil Elek Yo Ben.

Jonathan Tahir sendiri merupakan putra ketiga Tahir (Ang Tjoen Ming) dari pernikahannya dengan Rosy Riady.

Selain Jonathan, anak mereka yang lain adalah Jane Tahir dan Victoria Tahir.

Mengutip wikipedia, Tahir lahir di Surabaya pada tahun 1952 di sebuah lingkungan yang rata-rata warganya tergolong tidak mampu.

Baca: Penutupan Asian Games, Minggu Sore Live di SCTV, Ini Daftar Artis hingga Kehadiran Jack Ma

Dia dibesarkan oleh sepasang ayah dan ibu yang menghidupi keluarga dengan membuat becak.

Tahun 1971, dia menamatkan pendidikan menengah atas (SMA) di SMA Kristen Petra Kalianyar Surabaya.

Ketika lulus SMA, Tahir pernah bercita-cita ingin menjadi seorang dokter.

Cita-cita tersebut kandas pada waktu ayahnya mengalami sakit keras hingga tidak sanggup lagi membiayai keluarga.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved