Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara Singkawang Capai Rp 14 Miliar Lebih

Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memberikan ganti rugi

Ganti Rugi Pembebasan Lahan Bandara Singkawang Capai Rp 14 Miliar Lebih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / TRY JULIANSYAH
Petugas dinas Perhubungan saat memantau patok terbaru bandara singkawang di Pangmilang, Selasa (7/3/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kepala Dinas Perhubungan Singkawang, Sumastro menuturkan Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memberikan ganti rugi dan pelepasan obyek pengadaan tanah untuk bandar udara (Bandara) Baru Kota Singkawang.

"Pembayaran ganti rugi lahan untuk Bandara Singkawang senilai Rp 14.211.867.068," katanya.

Acara ganti rugi beberapa waktu lalu dihadiri belasan orang dari puluhan orang yang menyatakan setuju untuk membebaskan lahannya demi pembangunan Bandara yang berada di Kelurahan Pangmilang, Kecamatan Singkawang Selatan.

Baca: Pembangunan Bandara, Pemkot Singkawang Siap Buka Jalur

Bahkan, pada agenda pembayaran ganti rugi lahan itu juga dihadiri Asisten 1 Pemerintahan, Ketua Pengadilan Negeri, wakil ketua TP4D dari Kejaksaan Negeri, Kapolsek Singkawang Selatan dan Danramil 16-Sedau.

"Hal ini menunjukkan bahwa kita telah berkomitmen untuk menyelesaikan proses ganti rugi lahan untuk Bandara," jelasnya.

Dia pun tak menampik jika luas lahan yang disiapkan sekitar 151 hektare untuk bandara itu, ada pihak-pihak yang tidak menyetujui nilai ganti rugi yang telah ditetapkan tim appraisal atau penilai.

Besaran ganti rugi lahan itu akan ditransfer dari rekening Dishub kepada pemilik lahan yang bersangkutan tanpa ada potongan apa pun bahkan bebas pajak.

Pihaknya juga akan melakukan ganti rugi dengan menitipkannya ke PN Singkawang atau yang biasa disebut dengan konsinyasi (titipan uang) terhadap mereka yang menempuh jalur hukum.

"Dari 69 bidang (persil) itu, sebagian pemilik lahan yang setuju sudah dibayarkan melalui rekening dan ada yang masih menunggu tambahan anggaran," jelasnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved