Persoalan Golput di Perbatasan, Ini Tanggapan DPRD Kapuas Hulu

"Wilayah perbatasan sudah jelas adalah merupakan tanggungjawab pemerintah pusat. Bukan wewenang pemerintah daerah...,"ujarnya

Persoalan Golput di Perbatasan, Ini Tanggapan DPRD Kapuas Hulu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Ketua DPRD Kapuas Hulu, Rajuliansyah 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menyikapi sejumlah warga Perbatasan Indonesia-Malaysia, di Kecamatan Badau dan Empanang yang tidak mau menggunakan hak pilihnya di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalbar tanggal 27 Juni 2018 kemarin.

Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Rajuliansyah menyatakan, persoalan tersebut adalah masalah bersama, karena faktor golput didaerah itu akibat dari pembangunan yang tidak merata.

Baca: Urus Persyaratan Caleg, Ketua DPC Hanura Kayong Utara Meninggal Dunia

Baca: Hahal Bihalal Lintas Komunitas Motor Mempawah, Pererat Silaturahmi Dalam Satu Aspal

Baca: Kapolres Kapuas Hulu Tak Kasih Ampun Anggota Polisi Terlibat Kasus Narkoba

"Wilayah perbatasan sudah jelas adalah merupakan tanggungjawab pemerintah pusat. Bukan wewenang pemerintah daerah. Selama ini kami bersama eksikutif terus melakukan komunikasi dan koordinasi, terkait pembangunan yang ada di perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Maka dari itu, Rajuliansyah menegaskan apabila pemerintah pusat tidak mampu menanggani pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan, supaya kewenangan itu dikembalikan lagi ke pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu.

"Apabila dikembalikan ke pemerintah daerah, kita akan mudah memetakan dan melakukan pembangunan yang ada di perbatasan. Sehingga masyarakat disana merasa adil untuk menikmati pembangunan dari pemerintah," ucapnya.

Menurutnya, persoalan golput di perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, merupakan tanggungjawab bersama, baik itu KPU, pemerintah dan semua pihak.

"Kita harapkan pada saat pelaksanaan pencoblosan Pileg dan Pilpres, tidak ada lagi golput," ungkapnya. 

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved