Tim Gabungan Kubu Raya Sidak Pasar Tradisional, Hasilnya Masih Temukan Barang Kedaluwarsa

Diakui olehnya pedagang yang menjual bahan makanan yang kadaluarsa tersebut rata-rata mengaku tidak tau bahwa produk yang di jualnya

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
Net
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUBPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Guna memastikan bahan makanan yang dijual di beberapa pasar di Kubu Raya aman di konsumsi, dinas Kesehatan Kubu Raya bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kalbar gelar Inpeksi Mendadak (Sidak) di pasar tradisional di Kubu Raya.

Satu diantaranya dengan melalukan sidak di Pasar Tradisonal Alas Kusuma, Kamis lalu, dimana hasil sidak tersebut temukan beberapa produk makanan yang kedaluwarsa.

Baca: Rusman Ali Safari Ramadan ke Ponpes Al Hidayah

Baca: Peringatan Harlah Pancasila, Ini Harapan DPRD Kalbar

"Hasil Sidak tersebut, petugas menemukan banyak produk bahan makanan, seperti penyedap rasa, margarine dan minuman sasetan yang sudah kedaluwarsa, namun masih di jual pedagang. Temuan produk makanan yang di temukan sudah kedaluwarsa térsebut pun langsung di amankan petugas, sementara, pedangang yang menjual bahan makanan kedalauwarsa itu mendapat teguran dari petugas," ujar kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani

Baca: Stop Tidur Berlebihan di Bulan Puasa, Ini Penjelasan Ketua IDI Kalbar

Diakui olehnya pedagang yang menjual bahan makanan yang kedaluwarsa tersebut rata-rata mengaku tidak tau bahwa produk yang di jualnya tersebut ternyata sudah tak layak konsumsi.

"Mereka mengatakan hanya menerima barang, dan mereka tidak mengecek tanggal kedaluwarsa nya," ungkapnya.

Selain mengamankan produk bahan makanan yang kedaluwarsa, dinas kesehatan juga menarik produk makanan yang kemasannya sudah rusak.

"Dari pihak BPOM juga melakukan uji sampel terhadap bahan makanan mentah, seperti daging ayam, ikan dan lainya yang di jual oleh pedagang. BPOM juga membawa laboratorium bergerak, untuk melalukan uji sampel di lapangan," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved