Ramadan 1439 H
Stop Tidur Berlebihan di Bulan Puasa, Ini Penjelasan Ketua IDI Kalbar
Berli menjelaskan, bahwa orang berpuasa memang cenderung mudah tidur, karena metabolisme tubuh orang yang berpuasa
Penulis: Zulkifli | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puasa Ramadan tidak dipungkiri berpengaruh terhadap metabolisme tubuh, di antaranya orang yang berpuasa cenderung akan mudah mengantuk dan mudah tertidur. Namun terkadang yang sering menjadi persoalan tidur secara berlebihan hingga menganggu ibadah dibulan puasa.
"Tidak baik segala sesuatu yang berlebihan. Secukupnya saja yang penting tidurnya berkualitas," ujar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalbar dr Berli Hamdani Jumat (1/6/2018)
Baca: Antusias Puluhan Anak Panti Menyimak Materi Anti Hoaks
Baca: Badan Restorasi Gambut RI Akan Gelar Safari Ramadan ke Kalbar
Berli menjelaskan, bahwa orang berpuasa memang cenderung mudah tidur, karena metabolisme tubuh orang yang berpuasa juga beristirahat dan hanya bekerja pada level dasar.
"Hanya cukup untuk aktifitas rutin seperti beribadah, bekerja yang tidak terlalu berat sampai berkeringat banyak. Kalau kerja berat dengan fikiran atau otak ngak masalah," ujarnya
Baca: Suasana Polres Sambas Gelar Rakor Lintas Sektoral Operasi Ketupat Kapuas 2018
Baca: Satpol PP Amankan 30 Orang Ngamar di Indekos saat Ramadan, Ini Kata DPRD
Ia menjelaskan adapun lamanya waktu tidur yang baik di bulan Ramadan tergantung usia. Bayi, anak-anak atau remaja dan lansia membutuhkan waktu tidur yang lebih lama, antara 7-8 jam sehari.
Sementara untuk sebagian besar di usia produktif (15-59 tahun), rata-rata 6 jam.
"Kualitas tidur juga menentukan apakah tidur kita itu istirahat atau tidak. Jadi perlu juga kita perhatikan apakah lama dan kualitas tidur kita itu memadai. Dengan tidur yang berkualitas, membuat tubuh dan fikiran kita akan selalu segar, bugar, bersemangat dan kita akan produktif," jelasnya
Adapun waktu tidur yang baik, sekitar jam 21.00-04.00, tapi ini kembali kepada aktifitas dan rutinitas yang harus dilakukan oleh yang bersangkutan
"Kalau tidak bisa sekaligus lama tidur tersebut di atas, bisa juga dengan membaginya dengan tidur siang," ujarnya
Ia mengatakan banyak pendapat mengenai kapan waktu tidur siang yang baik. Misal di Jepang di kelas, sekolah, para siswa diberi waktu tidur siang bersama di dalam kelas pada saat istirahat siang.
"Dalam agama Islam, dikatakan bahwa sambil menunggu waktu salat zuhur ada waktu sekitar 20 menit untuk berbaring atau tidur. Tentunya yang diharapkan adalah tidur yang berkualitas, baik tidur malam atau siang ," pungkasnya.