Prihatin Kekerasan Guru Meningkat, LDII Luncurkan Gerakan Moral Ayo Hormati Guru

Mudahan melalui gerakan moral ini kekerasan terhadap guru tidak terjadi lagi, dan karakter anak juga bisa terbangun

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Stefanus Hakim
Ketua PGRI Kalbar, Prof H Samion menyerahkan cinderamata buku kepada Ketua DPW LDII Kalbar Susanto saat peluncuran gerakan Ayo Hormati Guru, Minggu (29/4). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semakin meningkatnya kasus kekerasan terhadap guru menjadi keprihatinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Fenomena ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena menyangkut peradaban bangsa.

"Inilah yang melatarbelakangi LDII Kalbar terpanggil untuk meluncurkan gerakan moral Ayo Hormati Guru," ujar Susanto Ketua DPW LDII Provinsi Kalbar selepas launching gerakan moral di Masjid Khoirul Ihsan Pontianak, Minggu (29/4).

Guru dinilai telah berjasa dalam mentransformasikan ilmu. "Guru telah mendidik dan tidak sedikit dengan bekal ilmu yang diberikan menjadikan banyak orang sukses," tegasnya.

(Baca: Sandang Dare Kayong Utara, Ini Ungkapan Riska Yolanda )

Sehingga sudah seharusnya dengan merasakan kemanfaatan atas pendidikan yang guru berikan, ada rasa terima kasih sebagai timbal balik dan wujud syukur. "Idealnya kita berterima kasih dan menghormati jasa-jasanya, bukan malah memberikan perlakuan kasar kepada guru," ujarnya.

Guru yang dimaksud LDII adalah semua para guru, dosen, ulama, mubaligh, dai, dan tidak boleh ketinggalan guru di rumah yakni orang tua.

Sedangkan Prof H Samion Ketua PGRI Kalbar mengapresiasi langkah LDII dan berjanji melalui jalur organisasi yang dipimpinnya melakukan langkah serupa.

"Saya mohon ijin kepada jajaran LDII untuk sama-sama melakukan gerakan moral ini," ujarnya saat memberikan ceramah umum didepan ribuan warga LDII.

Hanya saja diingatkan selain upaya gerakan moral untuk hormati guru, menurutnya integritas guru juga harus dijaga. "Jadi guru juga harus memperbaiki diri dengan memberikan keteladanan," tegas Samion.

Secara pribadi saya juga prihatin dengan kasus-kasus kekerasan yang menimpa para guru.

"Mudahan melalui gerakan moral ini kekerasan terhadap guru tidak terjadi lagi, dan karakter anak juga bisa terbangun," imbuhnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved