Picu Kemacetan, Dirlantas Polda Kalbar Usulkan Hal Ini Pada Transmart Kubu Raya

Bahkan, dari data statistik pihak Transmart yang berkunjung 150 ribu per hari, artinya itu seperempat dari warga Pontianak.

Picu Kemacetan, Dirlantas Polda Kalbar Usulkan Hal Ini Pada Transmart Kubu Raya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pusat perbelanjaan modern Transmart Carrefour di Jalan Ahmad Yani II, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (10/2/2018) sore. Di pusat perbelanjaan modern terbesar di Kubu Raya ini tersedia juga wahana permainan satu diantaranya roller coaster yang menjadi daya tarik masyarakat untuk menantang adrenalin. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dirlantas Polda Kalbar, Kombes Pol Nanang Masbudi menuturkan pihaknya memanggil pihak Transmart Kubu Raya untuk berdiskusi dan memberikan solusi terhadap padat dan macetnya kendaraan masyarakat yang hendak berkunjung.

Hal ini pun menyusul dari mulai tanggal 5-sekarang animo masyarakat sangat tinggi untuk ke Transmart.

Bahkan, dari data statistik pihak Transmart yang berkunjung 150 ribu per hari, artinya itu seperempat dari warga Pontianak.

Fenomena ini, kata dia, otomatis karena samplingnya banyak, sedangkan kapasitas parkirnya belum optimal.

Artinya kantong-kantong tempat parkir belum jadi, manajemen parkirnya juga belum sempurna, karena masih uji coba.

(Baca: Parpol Sepakat Pilkada Damai, Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA )

Maka dari itu, pihak Dirlantas menurutnya mengusulkan beberapa hal, ada jangka pendek, menengah dan panjang.

"Untuk jangka pendek mengoptimalkan manajemen parkirnya, dari pihak Transmart kita minta supaya mengoptimalkan manajemen parkirnya," katanya, Rabu (14/02/2018).

Kemudian, lanjutnya, saran membuat daerah kantong parkir, tempat kosong sebagai lahan parkir yang milik Bumi Raya City dan Yamaha, kantor terdekat bisa digunakan.

Kemudian melarang tempat-tempat ruas jalan dipakai untuk parkir liar. "Nanti dari kita, Satlantas dan Dishub memasang police line untuk mengawal parkir liar," terangnya.

Dan untuk mengurai kemacetan, kata Kombes Pol Nanang, pihaknya akan menggunakan buka tutup.

"Kalau parkir penuh kita arahkan ke kantong parkir, kalau penuh kita buka badan jalan yang bisa digunakan untuk sementara," katanya.

Dan untuk arus lalu lintasnya kita pakai rekayasa lau lintas dan arahkan ke jalur alternatif.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved