Hadir di Singkawang, Prof. Mahfud MD Kupas Makna Pancasila

Prof Mahfud MD memberikan ceramah umum penguatan ideologi Pancasila di Kantor Wali Kota Singkawang

Hadir di Singkawang, Prof. Mahfud MD Kupas Makna Pancasila
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHOINO KRISTO SEBASTIANUS MELANO
Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Prof Mahfud MD memberikan ceramah umum penguatan ideologi Pancasila di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Senin (12/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden (UKP) bidang Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Prof Mahfud MD memberikan ceramah umum penguatan ideologi Pancasila di Kantor Wali Kota Singkawang, Jalan Firdaus, Senin (12/2/2018).

Ia mengatakan, Pancasila merupakan sebuah konsep karena dari sila pertama hingga kelima saling berkaitan.

Pancasila dalam teori filosofinya dikatakan tersusun dalam dua model. Pertama tersusun tunggal, yaitu lima, tetapi satu.

Baca: Puluhan Pesonel Gabungan TNI/Polri di Kantor KPU Jelang Pengumuman Penetapan Pasangan Calon

"Kita tidak bisa mengatakan dasar negara kita Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan. Yang benar Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab sampai keadilan, kelima," katanya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menjelaskan, Indonesia bersatu di dalam keberbedaan serta keyakinan kepada Tuhan.

Bersatu di dalam kemanusiaan, dengan cara berkerakyatan dan mencapai keadialan sosial.

"Majemuk tunggal," jelas Mahfud.

Baca: Lolos Sebagai Cagub dan Cawagub Kalbar, Midji-Norsan Tak Masalahkan Nomor Urut

Secara filosofis, Pancasila itu tersusun secara hierakis piramida. Sila pertama menjadi dasar adanya sila kedua. Sila kedua menjadi dasar adanya sila ketiga dan seterusnya.

Pertama manusia itu harus berketuhanan artinya beragama untuk menciptakan kemanusiaan yang adil dan beradab.

Untuk mencapai itu dengan cara bersatu. Persatuan dilakukan melalui permusyawaratan atau demokrasi.

"Untuk apa itu semua? Untuk mencapai keadilan sosial. Itu namanya hierakis piramida," bebernya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help