Semua OPD Wajib Mensukseskan Penentasan Angka Stunting, Ini Dasarnya

Karena pencegahan stunting ada dua, intervensi spesifik dan intervensi sensitif

Semua OPD Wajib Mensukseskan Penentasan Angka Stunting, Ini Dasarnya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno menyerahkan dokumen Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) yang sudah ditegaskan dalam Peraturan Bupati Sintang pada kegiatan Kampanye Hari Gizi Nasional (HGN) pada 1000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) untuk Penurunan Stunting dan pencanangan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) di halaman Indoor Apang Semangai, Kompleks Stadion Baning, Rabu (7/2/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Bappeda Sintang, Kartiyus mengatakan bahwa Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RADPG) sudah ditegakkan melalui Peraturan Bupati Sintang yang hari ini ditandatangani langsung Bupati Sintang Jarot Winarno. 

"Melalui peraturan bupati itu, semua OPD melaksanakan tupoksinya untuk program penentasan stunting. Makanya jangan main-main. Ibu Sekda memerintahkan kami mulai laksanakan kampanye tingkat kabupaten," jelasnya, Rabu (7/2/2018) pagi. 

Tidak hanya setiap OPD di wilayah Pemerintah Kabupaten Sintang, menurutnya ini juga menjadi tanggungjawab Camat hingga kepala desa. Karena kampanye mulai dari tingkat kabupaten sampai ke desa, semua kepala desa nanti kita minta kampanyekan," tambahnya. 

(Baca: Terkait OTT, Sejumlah Pegawai BPN Sanggau Diperiksa Polisi )

Menurut Kartiyus, komitmen Pemkab Sintang dalam penentasan stunting memang tidak main-main. Bahkan mulai RKPD Tahun 2019, sudah dirumuskan menjadi penurunan angka kemiskinan dan peningkatan infrastruktur, sanitasi, optimalisasi air bersih dan peningkatan sumber energi baru dan terbarukan. 

"Ada sanitasi dan air bersih di situ, itu dalam rangka intervensi sensitif. Karena pencegahan stunting ada dua, intervensi spesifik dan intervensi sensitif," jelasnya. 

Ia juga mengatakan masih banyak masyarakat yang tidak mengerti apa itu stunting. Makanya harus disosialisasikan, karena stunting tidak dapat diobati namun hanya dapat dicegah dari 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 

"Target kita tiga tahun ke depan, paling tinggi kita di angka 30 persen. Karena penurunan tidak bisa diobati lagi, itu masalahnya. Tetapi untuk ibu-ibu hamil sampai melahirkan itu yang kita perhatikan," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help