TribunPontianak/

Banjir Tidak Bisa Dicegah, Ini Solusinya Menurut Dosen Hidrologi Lingkungan Untan

Sekarang banyak tanah yang tertutup bangunan dan jalan, kemudian air tidak bisa meresap atau air tidak bisa menggenang di sana

Banjir Tidak Bisa Dicegah, Ini Solusinya Menurut Dosen Hidrologi Lingkungan Untan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Claudia Liberani
Dosen Hidrologi Lingkungan Prodi Teknik Lingkungan Untan, Kiki P Utomo 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Claudia Liberani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hujan deras yang melanda Kota Pontianak seharian menyebabkan banjir di beberapa titik, Jumat (12/1/2018).

Belakangan beberapa jalan yang jarang terendam banjir sejak akhir 2017 mulai terendam. Sebenarnya apa yang menyebabkan hal ini terjadi, simak analisis dari Dosen Hidrologi Lingkungan Prodi Teknik Lingkungan, Untan, Kiki P. Utomo.

Kita tidak akan bisa mencegah banjir, yang bisa kita lakukan adalah mengelola banjir. Supaya banjir itu menimbulkan kerugian yang minimal, karena banjir itu dari kacamata lingkungan, dibutuhkan.

Contohnya tanah-tanah subur di tepi sungai itu hanya mungkin muncul karena ada banjir, beberapa jenis contohnya ikan-ikan di tengah dan hulu sungai Kapuas hanya bisa berkembang biak karena banjir, artinya jika banjir ditiadakan akan ada kerugian lebih besar di belakang yang tidak bisa kita lihat.

Pontianak bisa jadi begini karena urbanisasi, dulu tidak banyak yang tinggal di Pontianak. Tanah kosong masih banyak jadi air masih bisa parkir di tempat-tempat kosong, tidak perlu ke rumah kita.

Sekarang banyak tanah yang tertutup bangunan dan jalan, kemudian air tidak bisa meresap atau air tidak bisa menggenang di sana.

Ketika hujan atau pasang di sungai, air harus ada di suatu tempat kalau permukaan tanahnya tertutup oleh bangunan maka air tidak bisa masuk ke sana sehingga harus pindah ke tempat lain.

Makin hari, semakin tingginya urbanisasi maka semakin sedikit tempat di mana air bisa pindah karena makin sedikit maka pada akhirnya kebanjiran lah kita semua.

Kalau dulu misalnya jarak rumah masyarakat agak jauh, air bisa menggenang di antara rumah, sekarang antara rumah itu juga sudah penuh, sudah tertutup, air akan tetap datang.

Halaman
123
Penulis: Claudia Liberani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help