HUT Kota Pontianak

Sutarmidji : Penataan Kampung Beting Tanpa Kendala

Midji juga bersyukur selama penataan di Kampung Beting tidak ada kendala yang dihapi, masyrakat setempat sangat mendukung.

Sutarmidji : Penataan Kampung Beting Tanpa Kendala
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Momen perayaan hari jadi Kota Pontianak yang ke 246, masih banyak tantangan pembangunan yang dihadapi oleh Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menuturkan tantangan kedepan adalah menyelesaikan pembangunan, karena Pontianak sebagai kota baru dan anggarannya langsung dari pemerintah pusat yang mencapai Rp4.6 triliun.

Saat ini menurutnya yang terealisasi termasuk pembangunan Jembatan Landak II sekitar Rp2 triliun

(Baca: Cinte Khatulistiwa Project Persembahkan Kado Istimewa di Hari Jadi Pontianak )

"Tahun depan kita mendapat Pagu yang cukup besar dari pusat. Misalnya sambungan air bersih sekitar 3 ribu sampai 5 ribu itu gratis untuk masyarakat yang MBR itu juga dibayarkan oleh pusat. Kemudian kelanjutan pembangunan waterfront sampai ke Jembatan Kapuas 1, sampai ke Banjar Serasan, kemudian penataan Parit Tokaya dan kemungkinan akan mengkoneksikan tujuh saluran primer yang ada di Kota Pontianak," Ucap Midji, Senin (23/10/2017).

Selain itu, Pemkot Pontianak akan masih memiliki tugas harus membangun dua jalan, yaitu Jalan Pemda dan Jalan Kebangkitan Nasional.

(Baca: Ribuan Masyarakat Meriahkan Hari Jadi Kota Pontianak, Midji Minta Jaga Keberagaman )

Kerjaan lainnya disebutkan Midji seperti penataan Gajahmada, penataan kawasan pedestarian, kemudian penataan taman-taman yang ada. Itu akan dilakukan 2018 mendatang.

"Kemudian saya juga masih bisa merencanakan untuk tahun 2019 walaupun wali kotanya udah baru, tapi perencanaannya masih tetap bisa di masa saya. Sehingga saya tidak ada kekhawatiran untuk kegiatan-kegiatan percepatan penataan kota baru atau Pontianak sebagai kota baru itu tidak ada kendala," tambahnya.

Dalam penataan konsep kota baru, Midji menegaskan pemerintah akan menata kembali kota dan akan mengembalikan pada bentuk semula seperti Masjid Jami Sultan Abdurrahman serta Istana Kadriah.

Midji juga bersyukur selama penataan di Kampung Beting tidak ada kendala yang dihapi, masyrakat setempat sangat mendukung.

"Saya bersyukur selama ini kan ketika penataan Beting kekhawatiran itu kan disana. Ternyata Beting itu penataannya sangat didukung oleh masyarakat dan hampir tidak ada kendala. Malah tempat lain yang kita perkirakan itu tidak ada kendala, malah ada kendala. Beting yang awalnya diperkirakan banyak kendala malah tidak ada kendala sama sekali. Ini menunjukkan bahwa edukasi kita aparat kecamatan, kelurahan, dan kota itu berhasil dengan baik," cerita Midji.

Ia berharap dengan adanya penataan yabg didukung penuh oleh masyarakatnya citra Kampong Beting berubah sebagai kawasan wisata rumah diatas air.

"Di Brunei kan terkenal itu, kalau Beting itu ditata lebih bagus dari Brunei. Coba aja pergi lihat," harapnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved