Setengah Tahun Sudah Bus Rapid Transit Pontianak Beroperasi, Penumpangnya Banyak Kalangan Ini

Hajjar mengatakan, selama bertugas menjadi Sopir Bus Rapid Transit Kota Pontianak dirinya bahkan hanya pernah membawa 3 sampai 4 penumpang umum.

Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Dhita Mutiasari
Setengah Tahun Sudah Bus Rapid Transit Pontianak Beroperasi, Penumpangnya Banyak Kalangan Ini - bus-transit-pontianak_20171019_171456.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Pelajar SMP saat menumpang Bus Rapid Transit Kota Pontianak, Kamis (19/10/2017).
Setengah Tahun Sudah Bus Rapid Transit Pontianak Beroperasi, Penumpangnya Banyak Kalangan Ini - bus-transit-pontianak_20171019_171614.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ADELBERTUS CAHYONO
Sopir Bus Rapid Transit Kota Pontianak, Hajjar.

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sopir Bus Rapid Transit Kota Pontianak Hajjar mengungkapkan, kebanyakan yang menggunakan jasa angkutan umum itu adalah pelajar SMP, rata-rata dalam sehari dirinya membawa 40-50 siswa.

"Kalau SMA jarang-jarang, pernah saya ingat cuma sekali  saja anak SMA yang naik, sehabis itu tak pernah lagi dia naik," jelas Hajjar saat ditemui di salah satu Halte Bus di Jalan Martadinata, depan SMA Negeri 2, Pontianak, Kamis (19/10/2017).

Hajjar juga mengatakan, selama bertugas menjadi Sopir Bus Rapid Transit Kota Pontianak dirinya bahkan hanya pernah membawa tiga sampai empat penumpang umum.

(Baca: Puncak Peringatan Hari Anak Nasional di Sintang, Forum Anak Tampilkan Musikalisasi Puisi )

"Seingat saya itu cuma tiga sampai empat orang saja yang bukan pelajar," jelas Hajjar.

Biasanya, kata Hajjar, Bus tersebut juga disewakan oleh sekolah-sekolah untuk melakukan study tour.

"Yang sering sewa SD, SMP jarang-jarang, tapi hanya sebatas di dalam kota," ujar Hajjar.

Menurut Hajjar, hal yang membuat sedikitnya penumpang umum adalah karena tarifnya yang lebih tinggi dari penumpang khusus pelajar.

(Baca: Kalbar Segera Ekspor 25 Ton Beras Premium Perdana ke Malaysia )

"Kalau penumpang umum 5000 ribu rupiah, kalau pelajar kan cuma 1000 rupiah," terang warga Jalan Imam Bonjol itu.

Selain itu, menurut Hajjar, armada bus yang beroperasi juga tidak banyak, dirinya juga sempat mendengar kabar bahwa Bus Rapid Transit ini nantinya akan dialihkan menjadi Bus Pariwisata.

Dari lima bus yang dihibahkan oleh Kementerian Perhubungan ke Pemerintah Kota Pontianak, hanya empat bus yang beroperasi.

"Dengar-dengar sih yang satu unit itu anggarannya ndak ada, jadi cuma empat armada ja yang jalan," lanjut Hajjar.

Hajjar sangat menyayangkan, sebab hingga kini Bus Rapid Transit tersebut belum juga memiliki KIR.

"Padahal kan uji coba KIR 6 bulan, nah bus ini udah beroperasi lebih dari 6 bulan sejak bulan Februari," jelas Hajjar.

Saat ini, Hajjar bersama dengan rekan-rekan sopir Bus Rapid Transit lainnya diminta oleh Dinas Perhubungan Kota Pontianak untuk lebih berhemat dalam penggunaan BBM.

"Kami diminta supaya jangan terlalu banyak jalan, supaya hemat BBM," pungkas Hajjar.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved