TribunPontianak/

Guru Garis Depan di Kapuas Hulu Mundur Dua Orang

Menyikapi banyaknya Guru Garis Depan (GGD) mengundurkan diri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan, kalau

Guru Garis Depan di Kapuas Hulu Mundur Dua Orang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Ratusan massa peserta aksi penolakan GGD berfoto di depan Kantor DPRD Kabupaten Sintang, Kamis (12/10/2017) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Menyikapi banyaknya Guru Garis Depan (GGD) mengundurkan diri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan, kalau pihaknya selama ini kurang setuju dengan program dari pemerintah pusat, seperti penempatan tenaga pusat baik itu tenaga pendidikan, kesehatan dan lainnya.

"Ketika mereka (tenaga pusat) ini sudah ditempatkan di suatu daerah terpencil, terdalam, terluar, maka mereka mulai mencari alasan untuk pindah kedaerah lain," ujarnya kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis (12/10/2017).

(Baca: Kapolsek Sampaikan Surat Edaran Gubernur pada Penyelenggaraan Bimtek )

Petrus menjelaskan, tahun 2017 Kapuas Hulu  mendapatkan GGD sebanyak 29 orang. Sedangkan yang sudah mundur ada dua orang. Tentu itu sangat disayangkan, karena belum bertugas sudah ada yang mundur.

"Saya juga kurang tahu, kenapa mereka itu mengundurkan diri, saya rasa mereka belum siap bertugas di Kapuas Hulu," ucapnya.

(Baca: BBPOM Sasar Pelajar, Hindarkan Anak dari Penyalahgunaan Obat )

Dengan kejadian ini, Petrus meminta pemerintah agar merekrut tenaga GGD itu berasal dari putra daerah, karena sumber daya manusia (SDM) di Kapuas Hulu juga banyak, dan lebih siap ditempatkan dimana saja ketimbang tenaga dari pusat.

"Menjadi persoalan adalah, saat ini persyaratan untuk menjadi GGD itu, harus lulus Pelatihan Pendidikan Guru (PPG), sementara SDM di Kapuas Hulu memang belum bisa," jelasnya.

(Baca: Ternyata Masih Ada Warga Singkawang Belum Punya Dokumen Kependudukan )

Terkait 29 GGD yang bertugas di Kapuas Hulu kata Petrus, hingga saat ini belum menjalankan tugasnya, mungkin karena masih dalam proses administrasi di Badan Kepegawaian Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kapuas Hulu.

"GGD ini memang akan ditempatkan didaerah tertinggal, seperti di Semitau, Puring Kencana, dan daerah terpencil lainnya," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Nasaruddin
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help