Sintang Catat Inflasi Tertinggi di Kalbar pada Desember 2025
BPS Kalbar mencatat Kabupaten Sintang mengalami inflasi bulanan (month to month) tertinggi di Kalbar pada Desember 2025 yaitu mencapai 0,45 persen.
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi di Sintang adalah biaya distribusi barang.
- Secara umum, komoditas pendorong inflasi di Sintang antara lain cabai rawit, emas perhiasan, bawang merah, sabun cair, serta angkutan udara.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalbar mencatat Kabupaten Sintang mengalami inflasi bulanan (month to month) tertinggi di Kalbar pada Desember 2025 yaitu mencapai 0,45 persen.
Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi inflasi di Sintang adalah biaya distribusi barang.
“Dilihat dari posisi, distribusi barang kebanyakan dari Pontianak atau Singkawang, nah perjalanan ke Sintang itu cukup memerlukan biaya. Nanti dilihat apa penyebab utamanya,” ujarnya saat diwawancarai usai rilis berita resmi statistik di Kantor BPS Kalbar, Senin 5 Januari 2026.
Secara umum, komoditas pendorong inflasi di Sintang antara lain cabai rawit, emas perhiasan, bawang merah, sabun cair, serta angkutan udara.
Menurut Saichudin, hal tersebut dikarenakan beberapa komoditas jauh dari tempat produksinya.
Baca juga: Diskusi Ekowisata TWA Baning, Bupati Sintang Tekankan Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi
“Bawang merah itu kan kebanyakan kan dari Jawa. Turunnya kan di Dwikora itu perjalanan kesana. Kemudian telur ayam ras yang sebagian besar mungkin juga di Pontianak ataupun Singkawang,” jelasnya.
Sebelumnya, inflasi bulanan Kalbar pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,28 persen. Setelah Sintang, inflasi tertinggi berikutnya terjadi di Kayong Utara sebesar 0,43 persen. Sementara inflasi terendah terjadi di Kota Pontianak sebesar 0,17 persen. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Sutarmidji: APH Nakal Sandera Inovasi Kepala Daerah, 75 Persen Pejabat Hidup dalam Ketakutan |
|
|---|
| Disdikbud Pontianak Ungkap SPMB 2026 SD dan SMP Negeri Dilakukan Secara Daring |
|
|---|
| Konsistensi dan Dedikasi, PKK Pontianak Juara Satu Monev Sepuluh Program |
|
|---|
| Harga LPG Non-Subsidi Naik, Pengamat Ingatkan Risiko Kelangkaan Gas Melon |
|
|---|
| Kenaikan LPG Non-Subsidi Picu Keluhan, Warga Ketapang: Jangan Bebani yang Hampir Miskin |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/resmi-statistik-di-Kant.jpg)