TribunPontianak/
Home »

News

» Jakarta

Fadli Zon Desak Panglima TNI Jelaskan Nama Institusi yang Impor Senjata Ilegal

Memang ini jadi pertanyaan besar, tapi saya tidak tahu yang dimaksud oleh panglima institusi mana,

Fadli Zon Desak Panglima TNI Jelaskan Nama Institusi yang Impor Senjata Ilegal
Warta Kota/henry lopulalan
Wakil Ketua DPR Fadli Zon 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fadli Zon, desak pemerintah menindaklanjuti pernyataan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, terkait impor 5.000 senjata ilegal.

Menurut Fadli Zon, Mengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) adalah hal yang sangat penting, sehingga jika ada institusi yang membeli 5.000 senjata ilegal dari luar negeri perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.

"Kalau misalnya memang ada, mestinya dibuka supaya tidak terjadi lagi, karena kita kan punya mekanisme prosedur untuk pengadaan alutsista termasuk senjata," ujar Fadli kepada wartawan di Kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

(Baca: Relokasi Bandara Ketapang Sudah Dapat Persetujuan Gubernur Kalbar, Ini Lokasinya )

Fadli mengaku tidak tahu institusi yang dimaksud oleh Panglima TNI melakukan hal tersebut.

"Memang ini jadi pertanyaan besar, tapi saya tidak tahu yang dimaksud oleh panglima institusi mana," ungkap Fadli.

Dirinya juga mendesak Panglima TNI seharusnya menjelaskan ke publik, institusi yang melakukan perbuatan ilegal tersebut. Bagi Fadli hal ini penting agar dapat dilakukan penindakan terhadap institusi tersebut.

"Mudah-mudahan Panglima TNI bisa menjelaskan institusi mana. Kalau ada institusi itu bersalah bisa ditegur ya," tegas Fadli.

Wakil Ketua Partai Gerindra ini menegaskan bahwa tidak boleh ada institusi yang melakukan perbuatan ilegal tersebut.

"Tidak boleh ada institusi yang tidak berhak, kemudian melakukan hal itu. Itu sangat berbahaya. Kita hanya membolehkan institusi yang berhak mengadakan senjata," tambah Fadli. Zon.

Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help