TribunPontianak/

Liputan Khusus

Ini Tanggapan Pengamat Pendidikan Soal Tunjangan Khusus Guru Perbatasan

Jikalau ada guru daerah yang diluar daerah 3T tersebut ternyata malah dapat tunjangan khusus tentu sangat disayangkan.

Ini Tanggapan Pengamat Pendidikan Soal Tunjangan Khusus Guru Perbatasan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TITO RAMADHANI
Pelajar SDN 19 Temajuk saat asyik bermain pada jam istirahat di halaman sekolah, Selasa (15/8/2017) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Zulkifli

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Pendidikan Kalbar Dr Aswandi membenarkan bahwa memang pemerintah pusat menganggarkan tunjangan khusus bagi guru yang memenuhi syarat yakni mengabdi di daerah 3T, (tertinggal, terdepan dan terluar).

"Memang ada (tunjangan khusus red) itu karena yang meng SK kan Pemda atas usul Kabupaten juga. Ada kriterianya biasanya untuk guru daerah 3T, dan tak mungkin yang tengah laut yang dapat," ujarnya kepada Tribun Selasa (6/9/2017).

Diakuinya memang banyak sudah guru daerah berkeluh kesah pada dirinya, yang merasa berhak menerima, namun tak mendapatkan tunjangan khusus tersebut. "Memang banyak juga guru yang komplen itu cerita ke saya," imbuhnya.

(Baca: Ini Penjelasan Disdikbud Sambas Tentang Tunjangan Guru Perbatasan )

Jikalau ada guru daerah yang diluar daerah 3T tersebut ternyata malah dapat tunjangan khusus tentu sangat disayangkan dan itu tidak sesuai dan tidak benar.

"Kalau ada seperti itu terbalik jadinya, ndak semestinya itu. Memang sering terjadi seperti itu. Persoalanya banyak orang tidak berani komentar yang salah itu salah yang benar itu benar," katanya

Dikatakanya tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah 3T pada perinsipnya untuk membantu guru tersebut. Karena memang tidak bisa disamakan antara guru di daerah terpencil dengan guru yang dipusat kota.

"Tunjangan itu untuk guru daerah yang kadang punya kesulitan misalnya transportasi yang mahal, jadi ndak bisa disamakan karakteristik guru daerah dan kota. Guru terpencil nembutuhkan penghargaan yang berbeda. Jadi gaji tetap tunjangan ada," ujarnya

Menurutnya memang wajar mereka mendapatkan tunjangan tersebut. Meski dapat sekalipun nyatanya kadang masih belum cukup untuk membiayai kebutuhan mereka, apalagi hak mereka tak didapat.

"Jadi memang kasihan mereka para guru," ungkapnya.

Kemudian bisa saja ada faktor lain guru terpencil sebelumnya dapat kemudian tahun berikutnya tidak menerima lagi, karena tak lagi menjadi daerah khusus akibat pembangunan.

"Ini pun jika memang pembangunanya berjalan. Atau jika tunjangan mandek diakibatkan anggaran negara defisit diakibatkan banyaknya pembiayaan pemerintahan.

"Dulu jamanya Presiden SBY persoalan seperti ini selalu diingatkan. Soal hak guru ndak boleh dipotong, atau ditunda pembayarannya,walau kondisi keuangan negara apapun.
Untuk guru jangan sampai tak dibayarkan. Maaf saya selalu mengenang itu dan itu saya mengalami langsung," katanya.

Dikatakanya tentu patut dihargai guru-guru yang tetap melaksanakan tugasnya, meski dengan kondisi kesulitan apapun.(

Penulis: Zulkifli
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help