TribunPontianak/

PLBN Entikong Harus Segera Punya Terminal Barang

"Makanya kita perlu terminal barang internasional,"ujar Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, Saipullah Nasution

PLBN Entikong Harus Segera Punya Terminal Barang
Tribun Pontianak/Anesh Viduka
Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, Saipullah Nasution, menyimak pemaparan saat implementasi Layanan Mini ATM di PLBN Entikong, Kamis (10/8/2017) 

Laporan Wartawan  Tribun Pontianak, Nina Soraya

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, ENTIKONG - Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat, Saipullah Nasution, mengatakan berdasarkan Nawacita pemerintahan yang ingin membangun dari pinggiran, maka sudah sepatutnya Entikong yang kini sudah berstatus Pos Lintas Batas Negara (PLBN) berkembang atau tidak hanya melayani perdagangan biasa saja tapi harus perdagangan internasional.

"Makanya kita perlu terminal barang internasional. Sebelumnya Kementerian Perhubungan dan PU sudah bilang akan merealisasikan pada 2017 ini hanya saja sampai saat ini masih anggan-angan. Mudah-mudahan 2018 sudah terealisasi agar PLBN Entikong ini tidak sia-sia," paparnya saat Implementasi Layanan Mini ATMdi PLBN Entikong, Kamis (10/8/2017).

Menurut Saipullah perlu ada terminal barang untuk memfasilitasi perdagangan internasional tersebut.

(Baca: PLBN Desa Jasa Terhambat Status Kawasan Hutan dan Lahan )

Artinya, bila hanya melayani Kartu Identitas Lintas Barang (KILB) di PLBN Entikong ini tentu kurang tepat.
Dirinya mencontohkan di perbatasan Nanga Badau, Perusahaan Sinarmas sudah melakukan ekspor n CPO hingga 80 ribu metrik ton ke Sarawak.

"Hanya belum bisa keluar karena belum menggunakan sistem goods in transit karena belum ada pelabuhan yang bisa dipakai untuk perdagangan ke luar negeri," ucapnya.

Dia mengatakan tanpa terminal internasional tersebut, produksi komoditas seperti CPO, tambang, hasil karet sulit untuk diekspor ke sana.

"Kita baru sebatas ekspor umum seperti hasil pertanian, ikan, sahang, bahan makanan seperti Supermi. Tapi belum bisa ke produk yang massal atau dari industri juga ada. Kalau sudah perdagangan internasional maka PLBN akan punya nilai tambah. Kan sesuai harapan Presiden yang ingin PLBN ini bisa menumbuhkan industri juga," sebutnya.

Dia berharap dengan adanya terminal ekspor menunjang PLBN ini otomatis akan menambah penerimaan negara.
Saat ini penerimaan negara melalui Entikong selama Januari hingga Juli 2017 sebesar Rp 467.316.266.

Rinciannya adalah bea masuk penumpang Rp 2.087.339, PPN barang penumpang Rp 2.095.539, PPH barang penumpang Rp 2.590.308.PPN impor listrik Rp 347.176.000, PPH impor listrik sebsar Rp 86.798.000, dan denda Rp 26.569.080. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help