Kasus DBD Singkawang

BREAKING NEWS: Jumlah Kasus DBD Meningkat di Desember, Berikut Gejalanya

Bahkan penyakit ini telah memakan korban anak berusia delapan tahun yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
Dok SC Johnson
Pembukaan gerakan aksi melawan DBD melibatkan anak-anak sekolah di Jakarta. 

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Meningkatnya curah hujan dan kondisi cuaca yang tak menentu menyebabkan banyaknya timbul berbagai penyakit. Satu di antaranya penyakit Demam Berdarah yang menyerang anak-anak.

Bahkan penyakit ini telah memakan korban anak berusia delapan tahun yang dirawat di RSUD Abdul Aziz Kota Singkawang.

Safa Khalisa dirujuk ke RSUD Abdul Aziz dengan kondisi yang sudah cukup parah dan setelah dilakukan penanganan serius namun tidak dapat lagi diselamatkan nyawanya.

Wakil direktur Pelayanan Rumah Sakit Abdul Aziz, Dr Lulu Nonaria mengakui memang terjadi peningkatan untuk kasus DBD di Singkawang.

Baca: DBD Renggut Nyawa Satu Anak di Singkawang

Baca: Satu Anak Lainnya Masih Dirawat Intensif

"Di Desember ini memang masih sedikit pasien yang mengalami demam dengue. Namun jumlah ini mengalami peningkatan dari bulan sebelumnya. Tapi perlu diperhatikan kemungkinan dari Demam dengue ini bisa mengarah ke DBD walaupun tidak semua," katanya.

Sehingga ia mengharapkan masyarakat dapat wasapada perihal kondisi tersebut, terutama bagi anak-anak.

Dimana menurutnya waktu-waktu paling berbahaya ketika memasuki hari ke 4 dan ke lima setelah mengalami demam tinggi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved