Haji 2026

Wabup Ketapang Lepas 12 Calon Jemaah Haji, Titip Doa untuk Daerah

Menurutnya, stamina dan kesehatan menjadi hal penting karena seluruh rangkaian ibadah memerlukan kesiapan fisik yang baik.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
LEPAS KEBERANGKATAN - Wakil Bupati Ketapang Jamhuri Amir melepas keberangkatan 12 calon jemaah haji Kabupaten Ketapang tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Halaman Pendopo Bupati Ketapang, Jumat 8 Mei 2026 kemarin. Pelepasan ditandai dengan pengibaran bendera sebagai simbol dimulainya perjalanan jemaah menuju Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah. 

Ringkasan Berita:
  • Menurutnya, stamina dan kesehatan menjadi hal penting karena seluruh rangkaian ibadah memerlukan kesiapan fisik yang baik.
  • Jamhuri juga menjelaskan, jumlah kuota haji Kabupaten Ketapang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Pemerintah Kabupaten Ketapang melepas keberangkatan 12 calon jemaah haji tahun 2026 di Halaman Pendopo Bupati Ketapang, Jumat 8 Mei 2026 kemarin.  

Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, suasana haru tampak menyelimuti acara saat para keluarga mengantar keberangkatan calon tamu Allah menuju embarkasi sebelum bertolak ke Tanah Suci.

Dalam sambutannya, Jamhuri Amir mengingatkan para jemaah agar menjaga kondisi fisik selama menjalankan ibadah haji. 

Menurutnya, stamina dan kesehatan menjadi hal penting karena seluruh rangkaian ibadah memerlukan kesiapan fisik yang baik.

"Pesan kami, jaga betul kesehatan karena ibadah haji sangat mengutamakan fisik. Apalagi ada orang tua kita yang sudah sepuh, sehingga harus saling menjaga dan tetap kompak selama di sana," pesannya.  

4 Tempat Wisata di Kecamatan Sandai Ketapang, Ada Danau Panjang hingga Gua Bukong

Jamhuri juga menjelaskan, jumlah kuota haji Kabupaten Ketapang tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Ia menyebut, kebijakan tersebut merupakan ketentuan pemerintah pusat yang disesuaikan dengan jumlah penduduk di masing-masing daerah.

"Kami mohon maaf bahwa haji tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jemaah kita tahun ini hanya 12 orang. Pemerintah daerah juga belum bisa berupaya maksimal untuk meningkatkan kuota karena sudah ada pembatasan dari pusat," ujarnya.

Menurutnya, sistem pembagian kuota haji nasional dilakukan berdasarkan jumlah penduduk setiap wilayah. 

Daerah dengan jumlah penduduk lebih besar memperoleh kuota lebih banyak, meskipun masa tunggu keberangkatannya juga lebih panjang.

"Kalau di Pulau Jawa antreannya bisa mencapai 40 sampai 50 tahun baru berangkat. Sementara di Ketapang paling lama sekitar 15 sampai 20 tahun," jelasnya.

Pada kesempatan itu pula, Jamhuri turut mendoakan seluruh jemaah agar diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci dan kembali ke tanah air dengan selamat serta memperoleh predikat haji mabrur dan mabruroh.

"Mudah-mudahan seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan mabruroh, selamat pergi dan selamat kembali ke tanah air," ucapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tahun ini tidak terdapat pendamping khusus dari Kabupaten Ketapang yang ikut mendampingi jemaah haji karena adanya aturan baru yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Kami mohon maaf karena tahun ini aturan tidak memperbolehkan adanya pendamping dari daerah seperti tahun sebelumnya," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved